Orasi Ilmiah Prof. Dr. Ir. Dwina Roosmini: Monitoring Kesehatan Lingkungan untuk Pembangunan Berkelanjutan

Forum Guru Besar Institut Teknologi Bandung (FGB ITB) menggelar Orasi Ilmiah Guru Besar ITB di Aula Barat, ITB Kampus Ganesha, pada Sabtu, 20 Juli 2024. Salah satu guru besar yang menyampaikan orasinya adalah Prof. Dr. Ir. Dwina Roosmini, M.S. dari Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) ITB. Orasinya berjudul “Monitoring Kesehatan Lingkungan sebagai Pilar Pembangunan Berkelanjutan”.
Kesehatan Lingkungan dan Penyakit
Dalam bidang kesehatan, penyakit dibedakan menjadi dua kelompok: penyakit menular dan tidak menular. Setiap penyakit memiliki penyebab atau sumber yang seringkali berasal dari aktivitas manusia (antropogenik) seperti industri, domestik, atau transportasi. Aktivitas ini menghasilkan polutan xenobiotik (senyawa asing) yang dapat menjadi agen penyakit di lingkungan.
Pentingnya Monitoring Polutan
Polutan di lingkungan mengalami pergerakan ekokinetika yang dapat mengubah sifatnya menjadi beracun atau tidak beracun. Oleh karena itu, diperlukan monitoring berkelanjutan untuk mencegah polutan berbahaya mencapai makhluk hidup (reseptor), baik manusia, hewan, maupun tumbuhan.
Penyakit Beban Lingkungan
Prof. Dwina menjelaskan tiga kelompok penyakit beban lingkungan:
- Penyakit Bawaan Air: Penyakit yang ditularkan melalui air.
- Penyakit Bawaan Udara: Penyakit yang ditularkan melalui udara.
- Penyakit Lingkungan Kerja: Penyakit yang timbul akibat kondisi lingkungan kerja.
Tujuan Monitoring Kualitas Lingkungan
Monitoring kualitas lingkungan bertujuan untuk:
- Mengukur kualitas lingkungan.
- Menilai dampak pembangunan terhadap lingkungan.
- Mengukur beban lingkungan terhadap kesehatan.
- Menilai kinerja infrastruktur lingkungan yang ada.
Contoh Monitoring Lingkungan
Salah satu contoh monitoring kualitas lingkungan dalam keilmuan Teknik Lingkungan adalah pemantauan kinerja instalasi pengolahan air limbah industri. Menurut Prof. Dwina, pengendalian polutan sebaiknya dilakukan dari sumbernya agar tidak mencemari lingkungan.
Komponen Penting untuk Lingkungan Kota Berkelanjutan
Prof. Dwina menyebutkan beberapa komponen penting untuk menciptakan lingkungan kota yang berkelanjutan:
- Perencanaan Kota: Mempertimbangkan keseimbangan antara kebutuhan penduduk dan dampak lingkungan.
- Pengembangan Kebijakan: Mendukung praktik green building, efisiensi energi, dan energi terbarukan.
- Keberlanjutan Jangka Panjang: Mempertimbangkan aspek ekonomi dan infrastruktur perkotaan.
Tantangan dalam Pembangunan Berkelanjutan
Prof. Dwina menekankan tantangan dalam pembangunan berkelanjutan, seperti paparan lingkungan terhadap berbagai pencemar yang berisiko bagi kesehatan masyarakat. Namun, standar dan baku mutu pencemar seringkali belum diatur dalam peraturan perundang-undangan.
Peran Penting Monitoring Kesehatan Lingkungan
Monitoring kesehatan lingkungan berperan penting dalam memahami perpindahan agen polutan dari sumbernya, melalui lingkungan, hingga mencapai makhluk hidup sebagai reseptor. Dengan pemahaman ini, upaya mitigasi dan isolasi polutan dapat dilakukan secara lebih efektif untuk melindungi kesehatan manusia dan ekosistem.
Prof. Dwina mengakhiri orasinya dengan menekankan perlunya solusi inovatif dan kolaboratif untuk menghadapi tantangan lingkungan dan mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
sumber :
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




