Berita

Pemkot Bandung Gandeng ITB dan Unpad untuk Atasi Permasalahan Sampah

Permasalahan sampah di Kota Bandung terus menjadi perhatian serius. Untuk mengatasinya secara terpadu, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menggandeng dua perguruan tinggi ternama di Bandung, yaitu Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Padjadjaran (Unpad). Kolaborasi ini bertujuan untuk menemukan solusi inovatif dalam menangani permasalahan sampah di kota tersebut.

Langkah Cepat Pasca Pelantikan

Belum satu bulan setelah dilantik oleh Presiden Prabowo, Farhan bersama akademisi ITB dan Unpad langsung bergerak cepat. Mereka melakukan koordinasi dan survei ke sejumlah lokasi pengelolaan sampah di Kota Bandung pada Jumat (7/3). Dalam kunjungan tersebut, Farhan didampingi oleh Asisten Daerah 2 Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, serta unsur terkait lainnya.

Survei ini merupakan bagian dari akselerasi penanganan sampah oleh Pemkot Bandung yang bekerja sama dengan akademisi untuk menemukan solusi terbaik. Beberapa lokasi yang dikunjungi antara lain Mesin Motah di Patra Komala, TPST Tegalega Regol, TPST Nyengseret Astana Anyar, serta Rumah Maggot TPS Rancabolang Gedebage.

Pendekatan Teknologi dan Pemberdayaan Masyarakat

Menurut Mochammad Chaerul, dosen ITB sekaligus Koordinator Tim ITB untuk Penanganan Sampah Kota Bandung, hasil survei ini menjadi dasar dalam merumuskan langkah konkret yang harus dilakukan.

“Permasalahan sampah di Kota Bandung memerlukan penanganan segera dengan tetap mempertimbangkan aspek perlindungan lingkungan. Hal ini dapat dilakukan dengan menerapkan teknologi pengolahan sampah yang tepat guna dan memberdayakan masyarakat secara mandiri,” ujar Chaerul dalam keterangan tertulis Humas ITB yang diterima pada Sabtu (8/3/2025).

Sementara itu, Unpad memperkenalkan konsep baru dalam pengelolaan sampah yang membaginya menjadi tiga kategori, yaitu sampah pangan, sampah yang bisa didaur ulang, dan sampah residu. Selain itu, mereka melibatkan masyarakat dalam pengelolaan sampah melalui edukasi, pelatihan, serta penerapan teknologi Internet of Things (IoT) untuk memantau pengelolaan sampah di setiap kawasan.

“Di Unpad, sudah ada berbagai inisiatif riset terkait pengelolaan sampah. Salah satunya adalah pengembangan model yang diterapkan dengan pendekatan sistem dinamis,” ungkap Direktur Kerja Sama dan Kemitraan Alumni Unpad, Tomy Perdana.

Dari aspek komunikasi lingkungan, Herlina Agustin, seorang peneliti komunikasi lingkungan dari Unpad, menyoroti pentingnya perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah.

“Kami telah menggagas berbagai inisiatif, termasuk pendampingan dan pembuatan maskot perempuan sebagai simbol dalam upaya reduksi sampah. Maskot ini menggambarkan peran penting ibu rumah tangga dalam pengelolaan sampah rumah tangga,” jelas Herlina.

Sinergi Pemkot Bandung dengan Perguruan Tinggi

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa Tim ITB dan Tim Unpad memiliki peran yang saling melengkapi dalam penanganan sampah di Kota Bandung.

“Tim ITB lebih berperan dalam implementasi teknologi pengolahan sampah, sedangkan Tim Unpad berfokus pada pemberdayaan masyarakat,” ujar Farhan.

Pemerintah Kota Bandung berharap bahwa kolaborasi ini dapat menghasilkan model pengelolaan sampah yang lebih efektif, berkelanjutan, dan dapat diterapkan di berbagai wilayah lainnya. Dengan sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat, Kota Bandung dapat mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik dan ramah lingkungan.

Sumber: Detik Jabar

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO