Rancang agrosmart berbasis machine learning, mahasiswa ITB raih juara 2 di ajang Nasional AFC Season 17

Atasi Risiko Gagal Panen, Tiga Mahasiswa ITB Gagas “AgroSmart” Berbasis Machine Learning
Tiga mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) merancang inovasi bernama AgroSmart, sebuah sistem rekomendasi tanaman adaptif iklim berbasis machine learning. Inovasi ini dirancang untuk membantu petani menentukan jenis tanaman optimal sekaligus memandu pengambilan keputusan selama masa tanam berdasarkan data kondisi lingkungan terkini.
Tim pengembang yang terdiri dari Mesya Christantri, Rafi Raihan Herawan, dan Agnes Ruth Savira, di bawah bimbingan Dr. Indrawan Cahyo Adilaksono, S.TP., M.Agr.Sc., berhasil menyabet Juara 2 pada ajang tingkat nasional Agricultural Food Competition (AFC) Season 17 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan Universitas Jenderal Soedirman.
Cara Kerja dan Keunggulan AgroSmart
Secara teknis, AgroSmart mengolah berbagai parameter lingkungan secara real-time mulai dari suhu udara, curah hujan, radiasi matahari, hingga karakteristik tanah guna menghasilkan rekomendasi pertanian yang akurat.
Berbeda dari sistem rekomendasi konvensional yang cenderung statis, AgroSmart memiliki sejumlah fitur unggulan:
- Pembaruan Dinamis: Mampu memperbarui rekomendasi secara otomatis jika terjadi perubahan cuaca di tengah masa tanam.
- Adaptive Threshold & Emergency Shift: Membantu petani merespons dan mengalihkan strategi dengan cepat saat menghadapi cuaca ekstrem.
- Risk-Benefit Analysis: Memberikan pertimbangan analisis risiko dan keuntungan bagi petani sebelum mengambil keputusan operasional.
Melalui integrasi fitur-fitur tersebut, AgroSmart diharapkan dapat meminimalkan risiko gagal panen akibat perubahan iklim global, sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan air, pupuk, serta sumber daya pertanian lainnya.
Prospek Pengembanan
Pengembangan dasar ilmiah AgroSmart yang matang menjadi salah satu kunci keberhasilan tim di ajang AFC Season 17. Ke depannya, tim pengembang berharap teknologi ini tidak berhenti di tahap kompetisi saja.
“Kami harap kedepannya AgroSmart dapat dikomersialkan sehingga dapat digunakan oleh petani dari berbagai kalangan,” ujar Mesya, mengutip publikasi resmi di situs Institut Teknologi Bandung.
sumber:
https://www.linkedin.com/posts/inovasi-agrosmart-mahasiswa-itb-ugcPost-7486865330917703681-yMm1/?
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




