Bakar sampah di Tangsel masih marak

Darurat Asap Tangerang Selatan: Pembakaran Sampah Masih Marak, Anak-Anak Jadi Korban Terbanyak
Meskipun dampak buruk polusi udara sudah sering digaungkan, aktivitas pembakaran sampah ilegal di kawasan pemukiman Tangerang Selatan (Tangsel) masih terus terjadi dan kerap dikeluhkan warga. Padahal, kebiasaan ini berkontribusi langsung terhadap penurunan kualitas udara perkotaan yang kian mengkhawatirkan.
Dokter Spesialis Anak sekaligus Anggota Satgas Kesehatan Lingkungan dan Perubahan Iklim Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Riyadi, mengingatkan kembali akan bahaya nyata di balik polusi ini. Menukil data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), polusi udara bertanggung jawab atas kematian dini sekitar 7 juta orang di dunia setiap tahunnya.
Mengapa Anak-Anak dan Ibu Hamil Paling Rentan?
Polusi udara tidak memandang usia, namun kelompok tertentu memiliki risiko fatal yang jauh lebih tinggi:
- Anak-Anak: Saluran pernapasan mereka masih berukuran kecil dan sistem kekebalan tubuhnya masih dalam tahap perkembangan. Selain itu, laju napas anak-anak lebih cepat dibanding orang dewasa, sehingga mereka menghirup lebih banyak polutan.
- Ibu Hamil & Janin: Paparan partikel beracun mikro (seperti PM2.5) dari asap bakaran dapat menembus plasenta, mengganggu perkembangan janin, hingga berisiko menyebabkan kelahiran prematur atau berat badan lahir rendah (BBLR).
Dampak Nyata Polusi Udara bagi Kesehatan
Paparan asap pembakaran sampah dan polutan lainnya secara terus-menerus dapat memicu berbagai gangguan kesehatan jangka pendek maupun jangka panjang, antara lain:
- ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut)
- Serangan Asma dan memicu Alergi
- Penurunan fungsi paru-paru
- Penyakit kronis seperti gangguan kardiovaskular dalam jangka panjang
Ragam Sumber Polusi di Perkotaan
dr. Riyadi menjelaskan bahwa polusi udara di wilayah urban seperti Tangsel dipicu oleh kombinasi berbagai faktor:
- Emisi Kendaraan Bermotor: Sumber utama pergerakan masyarakat urban.
- Aktivitas Industri: Gas buang pabrik di sekitar wilayah penyangga.
- Faktor Alam & Kebakaran: Kebakaran hutan atau lahan kering.
- Pembakaran Sampah Rumah Tangga: Kebiasaan lokal yang fatal karena menghasilkan dioksin dan partikel berbahaya tepat di tengah lingkungan padat penduduk.
Rekomendasi IDAI untuk Masyarakat
Guna memutus rantai dampak buruk ini, IDAI mengimbau masyarakat dan pemangku kebijakan untuk segera mengambil langkah konkret:
Hentikan Total Bakar Sampah: Mengelola sampah dengan bijak (pemilahan dan melalui sistem pengangkutan resmi) alih-alih membakarnya di pekarangan.
- Beralih ke Transportasi Ramah Lingkungan: Menggunakan transportasi umum, berjalan kaki, atau bersepeda untuk jarak dekat guna menekan emisi.
- Proteksi Mandiri: Menggunakan masker saat kualitas udara memburuk dan memantau indeks kualitas udara secara berkala.
sumber:
https://www.instagram.com/p/DZ9fYINxxEH/
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




