Artikel

Sampah terus menggunung, saatnya Indonesia terapkan eco modulation

Indonesia menghadapi krisis kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) akibat terus melonjaknya timbulan sampah plastik. Data Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menunjukkan bahwa pada tahun 2025, Indonesia menghasilkan sekitar 10 juta ton sampah plastik per tahun (setara dua kali volume Monumen Nasional). Lebih dari 500 kabupaten/kota mengalami krisis TPA, dan hingga tahun 2026, sebanyak 273 TPA telah dikenai sanksi administratif akibat buruknya tata kelola persampahan.

1. Disparitas Tingkat Daur Ulang Berdasarkan Jenis Kemasan

Berdasarkan Recycling Rate Index (RRI) 2024 dari Sustainable Waste Indonesia (SWI) dan Indonesian Plastic Recyclers (IPR), tingkat daur ulang nasional berada di angka 22% (kategori moderat). Namun, terjadi ketimpangan tajam antartipe plastik:

TINGKAT DAUR ULANG (RECYCLING RATE) BERDASARKAN JENIS PLASTIK
├── Botol PET              : 71%  (Tinggi - Komoditas matang)
├── HDPE Rigid (Botol/Jeriken): 60%  (Tinggi - Mudah diproses)
├── PP Rigid (Gelas/Wadah) : 28%  (Rendah)
├── Fleksibel Monolayer    : 19%  (Rendah - Kantong/Karung)
└── Fleksibel Multilayer   : 0,20% (Sangat Rendah - Sachet/Pouch/Mi Instan)

Tingginya daur ulang botol PET merupakan hasil dari pengembangan ekosistem dan pemberian insentif ekonomi sejak 1993 oleh industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK).

2. Solusi Hulu: Mengenal Mekanisme Eco Modulation

Untuk mendorong produsen merancang kemasan yang lebih ramah lingkungan (Design for Recycling / D4R), pemerintah perlu memperkuat implementasi Extended Producer Responsibility (EPR) sebagaimana diatur dalam Permen LHK No. 75 Tahun 2019 melalui instrumen Eco Modulation.

Apa itu Eco Modulation?

Eco Modulation adalah mekanisme penetapan biaya EPR yang bervariasi berdasarkan tingkat dampak lingkungan suatu produk. Produsen tidak membayar biaya EPR dalam jumlah yang sama.

Mekanisme Kerja Biaya EPR (Bonus-Malus):

  • Insentif (Biaya Lebih Rendah/Potongan 10–30%): Diberikan kepada kemasan yang mudah didaur ulang (seperti alih material dari multilayer ke monolayer), menggunakan warna transparan/terang, minim bahan kimia toksik, dapat digunakan kembali (reusable), serta mengandung persentase material hasil daur ulang yang tinggi.
  • Disinsentif (Biaya Lebih Tinggi): Dikenakan pada kemasan yang sulit didaur ulang, seperti plastik fleksibel multilayer (sachet), warna gelap yang menyulitkan pemilah optik, atau menggunakan material beracun.

3. Studi Komparasi Internasional dan Dampak Ekonomi

  • Prancis & Jerman: Telah berhasil menerapkan prinsip eco modulation dan sistem bonus-malus dalam skema EPR untuk memaksa industri berinovasi menciptakan kemasan ramah lingkungan.
  • Brasil (Integrasi Sektor Informal): Melalui skema reverse logistics, Brasil melibatkan sekitar 800 koperasi pemulung (Catadores) sebagai rantai pasok daur ulang resmi. Di Indonesia, sektor informal menyumbang pengumpulan 90% sampah plastik daur ulang melalui peran sekitar 4,5 juta pemulung (Ikatan Pemulung Indonesia, 2026).

Potensi Nilai Ekonomis Ekosistem Guna Ulang:

Implementasi ekosistem kemasan guna ulang (seperti galon guna ulang) terbukti memberikan dampak positif signifikan berdasarkan studi LPEM UI:

Indikator EkonomiDampak Kontribusi
PDB NasionalMenyumbang sekitar Rp 460 miliar
Pengurangan Sampah PlastikMencegah 770 ribu ton timbulan sampah/tahun
Penurunan Emisi KarbonMengurangi 1,6 juta ton CO2e/tahun
Penyerapan Tenaga KerjaMenopang 16.732 lapangan kerja

Implikasi Kebijakan

EPR dan Eco Modulation tidak boleh sekadar dimaknai sebagai kewajiban statistik untuk menarik kembali sampah kemasan pascakonsumsi. Pemerintah harus menjadikannya sebagai insentif ekonomi strategis agar sektor industri bertransisi dari budaya sekali pakai (single-use) menuju perancangan produk bersirkularitas tinggi sejak dari pabrik.

sumber:

https://esgnow.republika.co.id/berita/tiixg2416/sampah-terus-menggunung-saatnya-indonesia-terapkan-eco-modulation-part2

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO