Dokumen

Standardisasi Penghitungan Karbon (Emisi, Serapan, Stok)

Pemerintah Indonesia telah menetapkan standar penghitungan penurunan emisi dan peningkatan serapan Gas Rumah Kaca (GRK) sebagai tulang punggung untuk mencapai target ambisius Indonesia’s FOLU Net Sink 2030. Kebijakan ini merupakan komponen penting dalam pencapaian target Enhanced National Determined Contribution (ENDC) yang berfokus pada aksi mitigasi di sektor kehutanan dan penggunaan lahan. Aksi-aksi mitigasi utamanya meliputi pengurangan deforestasi dan degradasi hutan, peningkatan cadangan karbon, konservasi, serta pengelolaan gambut berkelanjutan, yang semuanya memerlukan standar perhitungan yang baku untuk menilai keberhasilan kinerjanya.

Standar ini mencakup perhitungan emisi historis, stok karbon, dan pemantauan penurunan emisi di tingkat nasional, subnasional, hingga lokal. Prinsip perhitungannya mengacu pada dokumen Forest Reference Emission Level (FREL), yang menetapkan berbagai parameter kunci seperti periode referensi, aktivitas yang dihitung (deforestasi, degradasi hutan, dan peningkatan stok karbon), serta pool karbon yang dianalisis. Pool karbon yang diperhitungkan sangat komprehensif, mencakup biomassa di atas dan di bawah permukaan tanah, kayu mati, serasah, hingga karbon tanah (organik), khususnya pada ekosistem gambut dan mangrove. Jenis gas rumah kaca yang dihitung pun tidak hanya CO2, tetapi juga CH4 (Metana) dan N2O (Nitrous oxide).

Secara teknis, keberhasilan aksi mitigasi diukur dengan membandingkan emisi aktual tahunan dengan tingkat emisi baseline (FREL) yang telah ditetapkan. Penurunan emisi terjadi jika emisi aktual berada di bawah baseline. Perhitungan ini menggunakan metode Stock-Difference, yang mengalikan Data Aktivitas (perubahan luas tutupan lahan dalam hektar) dengan Faktor Emisi (selisih stok karbon). Data Aktivitas ini didapatkan dari analisis citra satelit yang mengklasifikasikan tutupan lahan Indonesia ke dalam 23 kelas berbeda, mulai dari hutan primer, sekunder, mangrove, rawa, hingga area non-hutan seperti perkebunan dan permukiman. Laporan ini juga menyajikan data faktor emisi dan cadangan karbon yang sangat detail untuk setiap tipe tutupan lahan di berbagai pulau utama di Indonesia, menjadikannya acuan fundamental bagi semua pihak yang terlibat dalam aksi iklim di sektor kehutanan.

⚠️ Disclaimer:
Isi konten dalam dokumen ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pihak pembuat atau penerbit asli. Kami hanya membagikan ulang informasi ini untuk tujuan edukasi dan referensi. Segala pandangan, opini, atau data yang terkandung di dalamnya tidak mencerminkan sikap atau tanggung jawab kami. Harap verifikasi informasi secara independen sebelum menggunakannya untuk pengambilan keputusan.

Source:

https://www.linkedin.com/posts/zonaebt_standar-penghitungan-karbon-activity-7369957536814444544-FH_b/?utm_source=share&utm_medium=member_desktop&rcm=ACoAAAtGGkQBsxwMBmX3lEJO8btihnfBCaHqTz4

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO