SuRCI pengelolaan sampah nasional butuh pengakuan dan perlindungan bagi pemulung

Pemberdayaan Sektor Informal: SuRCI dan IPI Desak Pengakuan serta Perlindungan Sosial Bagi Pemulung
Yayasan Sustainability for Resource Collectors Initiative (SuRCI) bersama Ikatan Pemulung Indonesia (IPI) mendesak pentingnya pengakuan formal dan integrasi perlindungan sosial bagi para pemulung (resource collectors). Meskipun bertindak sebagai garda terdepan dalam rantai pengumpulan material daur ulang dan ekonomi sirkular nasional, mayoritas pemulung masih bekerja di bawah kerentanan ekonomi serta risiko keselamatan kerja yang tinggi.
Realitas & Tantangan Sektor Pemulung Informal
Data internal SuRCI menunjukkan ketimpangan kesejahteraan yang dialami oleh para pekerja informal di bidang pengumpulan sampah:
- Kemiskinan: 64% pemulung masih hidup di bawah garis kemiskinan.
- Kerentanan Kesehatan: 42% belum memiliki jaminan atau akses perlindungan kesehatan.
- Risiko Pekerjaan: Profesi ini tergolong kategori pekerjaan berisiko tinggi akibat paparan bahan berbahaya, limbah tajam, dan bahaya fisik di lapangan tanpa perlengkapan keselamatan standar.
Dampak Ekologis & Capaian Pemberdayaan SuRCI
Sejak didirikan di Kanada pada 2016, SuRCI menerapkan pendekatan inklusif untuk mentransformasi kehidupan pemulung di berbagai negara, termasuk Indonesia:
| Indikator | Capaian Operasional |
| Total Pemulung Diberdayakan | > 11.500 resource collectors |
| Kemitraan Komunitas | 660 komunitas pemulung & daur ulang |
| Total Sampah Plastik Terkumpul | > 29 juta kg (setara $\approx$ 1,4 miliar botol plastik) |
| Pilar Program Sosial | 11 program (Kesehatan, Pendidikan, Ketahanan Pangan, Inklusi Keuangan) |
Inisiatif Pemberdayaan & Program “Temu Sapa 2026”
Melalui kolaborasi dengan Niagara Cares (program filantropi Niagara Bottling yang menjadi mitra utama sejak September 2025), SuRCI dan IPI menggelar rangkaian kegiatan pemberdayaan bertajuk Temu Sapa & Apresiasi Resource Collectors 2026.
Bentuk Intervensi Lapangan:
- Perlindungan Sosial & Kesehatan: Penyaluran kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan (739 akses terdaftar) dan distribusi bantuan bahan pokok (6.374 paket sembako untuk 1.100+ pemulung).
- Inklusi Digital & Keuangan: Sosialisasi literasi digital, distribusi smartphone, serta edukasi jaminan sosial.
- Penyaluran Aspirasi & Apresiasi: Pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) untuk menyerap kebutuhan lapangan serta pemberian penghargaan Top Resource Collector.
Jadwal Rangkaian Kegiatan Regional 2026
- Bantar Gebang, Bekasi: Kantor BPP IPI (diikuti 100+ pemulung)
- Penjaringan, Jakarta: 6 Agustus 2026
- Pasar Kemis, Banten: 9 Agustus 2026
Kolaborasi lintas sektor antara organisasi nirlaba, asosiasi pekerja, dan dunia usaha ini menargetkan perubahan sistemik: menggeser persepsi publik terhadap pemulung dari sekadar pekerja informal menjadi elemen penting yang terlindungi dalam ekosistem pengelolaan sampah berkelanjutan di Indonesia.




