Video

Tambang Emas Ilegal di Jambi Hancurkan Hutan Warisan Dunia

Hutan warisan dunia di Sumatera, merana. Kawasan konservasi, Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), di Jambi, juga merupakan hutan masyarakat adat terjarah tambang emas ilegal. Mongabay berupaya untuk melihat modus dan para pelaku tambang ilegal di Jambi ini. Tulisan ini merupakan bagian dari Fellowship Nature Crime seri tambang emas ilegal.

Mongabay berupaya menelusuri jejak tambang emas ilegal di dalam Taman Nasional Kerinci Seblat. Bersama warga, Mongabay menempuh perjalanan lima hari menembus hutan, 16 Agustus 2025. Mendaki Bukit Punggung Parang dari wilayah Tamiai hingga lokasi tambang emas ilegal di Sungai Penetai—sekitar 20 kilometer masuk dalam kawasan taman nasional.

Di dalam rimba, para penambang tidak benar-benar lepas dari dunia luar. Mereka terorganisir dan memiliki sistem peringatan dini yang memungkinkan lolos dari razia petugas. Setiap petang, beberapa orang berjaga di titik yang masih terjangkau sinyal. Lokasinya berubah-ubah, mengikuti kemana alat berat bergerak. Orang-orang di kampung—jaringan mereka—akan memberi kabar saat mencurigai adanya pergerakan petugas.

Dalam laporan sama, KKI Warsi mencatat, lebih dari 60.000 hektar hutan dan lahan di Jambi rusak akibat tambang emas ilegal—angka yang nyaris seluas negara Singapura. Sukmareni Rizal, Koordinator Divisi Komunikasi KKI Warsi, menyebut, kerusakan akibat tambang emas ilegal melampaui batas yang mengkhawatirkan. Tambang tidak hanya menggerus area penggunaan lain (APL), tetapi masuk ke hutan lindung hingga kawasan konservasi (TNKS).

https://www.instagram.com/reels/DaxgF24yKkc

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO