Berita

Tumpukan sampah menggunung di berbagai sudut Kota Batam

Tumpukan sampah menggunung di berbagai sudut Kota Batam. Dari Batu Aji, Sagulung, Sekupang, Nongsa, Batam Kota hingga Lubuk Baja, pemandangan serupa mudah ditemukan: bak sampah meluber, limbah rumah tangga memenuhi bahu jalan, sebagian bahkan dibakar warga karena tak kunjung diangkut.

Di Jalan Brigjen Katamso, Tanjung Uncang, sedikitnya terdapat enam titik penumpukan sampah. Di Jalan Utama Sei Binti, Sagulung, sampah menumpuk selama berminggu-minggu hingga dibakar warga. Kondisi serupa juga terlihat di Jalan Patimura, Nongsa, Jalan Marina City, Sekupang, kawasan Sukajadi Batam Kota, hingga Pasar Jodoh, Lubuk Baja.

Fahri, pekerja di salah satu ruko Taman Niaga Sukajadi, mengaku pengangkutan sampah kini jauh lebih jarang dibanding sebelumnya. “Kadang empat hari sekali, lima hari sekali, bahkan pernah sampai seminggu baru diangkut. Padahal kami tetap bayar retribusi Rp85 ribu setiap bulan,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan warga Sagulung. “Dulu seminggu dua kali. Sekarang kadang hanya sekali, bahkan pernah tidak datang sama sekali,” kata Al Farizi. Akibatnya, sampah terus menumpuk hingga akhirnya dibakar warga.

Di balik keluhan masyarakat, petugas kebersihan mengaku menghadapi keterbatasan armada. Seorang petugas mengatakan satu truk harus melayani hingga delapan perumahan dengan target dua perjalanan setiap hari. “Mobil banyak yang rusak. Kadang ban bocor, kami sendiri yang patungan memperbaikinya,” katanya.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Kepulauan Riau, Lagat Parroha Patar Siadari, menilai persoalan sampah di Batam bukan hanya disebabkan perilaku masyarakat, tetapi juga keterbatasan armada pengangkut. Berdasarkan informasi dari DLH Batam, kebutuhan armada mencapai sekitar 120 unit, sementara armada aktif masih jauh dari kebutuhan ideal.

https://www.instagram.com/reels/Da-Ezsdqji8

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO