Waste4Change lebarkan sayap: bangun fasilitas 45 ton per hari di Tangerang Raya

Waste4Change Perluas Jangkauan dengan Fasilitas Pengelolaan Sampah Baru di Tangerang Raya: Langkah Menuju Ekonomi Sirkular
Waste4Change, perusahaan terkemuka di bidang pengelolaan sampah, siap memperkuat langkah ekspansinya dengan membangun fasilitas pengelolaan sampah baru di wilayah Tangerang Raya pada tahun 2025. Fasilitas mutakhir ini dirancang dengan kapasitas angkut impresif, mencapai 40–45 ton sampah per hari, yang bertujuan untuk memperluas jangkauan layanan perusahaan secara signifikan sekaligus meningkatkan kontribusinya dalam mengurangi timbunan sampah di Indonesia.
“Supaya beban atau coverage area yang bisa kita layani semakin luas,” ujar Mohamad Bijaksana Junerosano, CEO Waste4Change, saat dihubungi SWA.co.id pada Senin, 21 Juli 2025. Langkah strategis ini menandai fase penting dalam pertumbuhan Waste4Change sebagai entitas yang berfokus pada pengelolaan sampah secara menyeluruh, dari hulu ke hilir. Dengan metode pemilahan yang inovatif, perusahaan ini berkomitmen untuk meminimalkan sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sekaligus memaksimalkan jumlah material yang didaur ulang atau dimanfaatkan kembali.
Pilar Layanan Komprehensif Waste4Change
Waste4Change saat ini mengoperasikan empat lini layanan utama yang terintegrasi, mencerminkan pendekatan holistik mereka terhadap masalah sampah:
- Consult: Menyediakan layanan riset dan studi mendalam mengenai berbagai isu persampahan, membantu klien memahami tantangan dan peluang di sektor ini.
- Campaign: Menghadirkan program-program edukasi, capacity building, dan pendampingan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat serta organisasi dalam pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.
- Collect: Menawarkan layanan pengangkutan dan pengolahan sampah harian dengan target ambisius: mencapai nol sampah yang berakhir di TPA.
- Create: Berfokus pada inovasi daur ulang dan pelaksanaan program Extended Producer Responsibility (EPR), mendorong produsen untuk bertanggung jawab atas produk mereka di akhir masa pakai.
Rekam Jejak dan Pertumbuhan Impresif
Hingga saat ini, Waste4Change telah menancapkan jejak operasionalnya di 21 kota besar di Indonesia, termasuk Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Surabaya, Sidoarjo, Semarang, Bandung, dan Medan. Dengan portofolio yang solid, mereka berhasil mengelola lebih dari 8.000 ton sampah per tahun, melayani lebih dari 100 klien Business-to-Business (B2B) dan 3.450 klien rumah tangga. Angka-angka ini didukung oleh pertumbuhan bisnis yang tercatat sangat impresif, mencapai Compound Annual Growth Rate (CAGR) 55,1% sejak tahun 2017, menunjukkan efektivitas model bisnis dan tingginya permintaan pasar.
Inovasi Terbaru: Proyek “Repair” untuk Material Bernilai Rendah
Selain ekspansi fasilitas, Waste4Change juga merambah ke ranah inovasi produk melalui “Repair Project” terbarunya. Inisiatif ini berfokus pada pemanfaatan material plastik bernilai rendah jenis plastik yang seringkali sulit didaur ulang untuk diolah. Plastik-plastik ini akan dipres menjadi papan setebal 5–25 milimeter, yang kemudian dapat digunakan sebagai bahan dasar untuk berbagai produk seperti meja, dinding, dan aplikasi konstruksi lainnya.
“Kami mencoba membuat papan dari sampah untuk mensubsidi kebutuhan beberapa institusi. Sampah plastik low-value akan diolah sehingga tetap memiliki nilai ekonomi,” jelas Sano. Langkah ini menunjukkan komitmen Waste4Change untuk menciptakan nilai dari limbah yang selama ini dianggap tidak berharga, sekaligus menutup siklus material dalam ekosistem ekonomi sirkular.
Melalui langkah ekspansi agresif dan inovasi berkelanjutan ini, Waste4Change tidak hanya memperluas dampak lingkungannya tetapi juga semakin mempertegas posisinya sebagai pemain utama dalam industri pengelolaan sampah berkelanjutan dan pelopor ekonomi sirkular di Indonesia.
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




