Tahukah Anda

9 Provinsi dengan deforestasi hutan terparah di Indonesia no 1 bikin miris

Menilik Tren Deforestasi Indonesia: Angka Penurunan Nasional di Tengah Ancaman Sektoral

Indonesia memiliki salah satu hamparan hutan hujan tropis terbesar di dunia. Namun, aktivitas antropogenik (manusia)—mulai dari pembukaan perkebunan skala besar, pertambangan, hingga pembangunan infrastruktur—terus mengikis luasan hijau ini.

Meski dalam beberapa tahun terakhir Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat tren penurunan deforestasi netto nasional secara signifikan, beberapa wilayah tetap menjadi titik panas (hotspot) kehilangan tutupan pohon yang mengkhawatirkan.

Memahami Angka: Apa itu Deforestasi Netto?

Sebelum melihat wilayah terdampak, penting untuk memahami data yang disajikan pemerintah. Angka deforestasi yang dirilis biasanya bersifat Deforestasi Netto.

Deforestasi Netto = Deforestasi Bruto (Hutan yang ditebang) − Reboisasi/Regenerasi (Hutan yang tumbuh kembali)

Sebagai gambaran tren yang membaik, jika pada periode 2014-2015 deforestasi netto Indonesia sempat melonjak hingga 1,09 juta hektar, angka ini berhasil ditekan secara drastis pada periode belakangan hingga berada di bawah kisaran 150.000 hektar per tahun. Walau demikian, akumulasi kehilangan hutan primer tetap membawa dampak ekologis yang besar.

Profil 9 Provinsi dengan Akumulasi Deforestasi Tertinggi

Berdasarkan data historis pemantauan hutan nasional, pulau Kalimantan dan Sumatra masih mendominasi daftar kehilangan tutupan hutan, disusul oleh wilayah penyerapan investasi baru di Indonesia Timur.

PeringkatProvinsiKarakteristik & Pemicu Utama
1Kalimantan TengahMenempati posisi puncak akibat pembukaan lahan gambut masif, proyek food estate masa lalu, dan perluasan kebun kelapa sawit.
2Kalimantan BaratDidominasi oleh konversi hutan untuk sektor perkebunan dan aktivitas pertambangan komoditas.
3Kalimantan TimurKehilangan hutan didorong oleh konsesi pertambangan batu bara dan pembukaan lahan industri, serta tekanan infrastruktur baru.
4RiauHotspot historis pencetakan kebun sawit dan hutan tanaman industri (HTI) untuk bubur kertas (pulp & paper).
5Sumatra SelatanSering mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berulang yang mengubah fungsi hutan secara permanen.
6PapuaMenjadi perhatian global karena merupakan benteng hutan primer terakhir; deforestasi didorong oleh proyek logistik dan perkebunan baru.
7JambiTekanan tinggi dari perambahan hutan lindung untuk perkebunan karet swadaya dan kelapa sawit.
8Kalimantan SelatanWilayah terkecil di Kalimantan dengan tingkat kepadatan konsesi tambang yang sangat padat.
9Sulawesi TengahPeningkatan deforestasi dalam beberapa tahun terakhir dipicu oleh masifnya industri hilirisasi nikel dan pertambangan.

Dampak Nyata yang Lebih dari Sekadar Angka

Mengapa hilangnya posisi nomor 1 (Kalimantan Tengah) dan wilayah lainnya begitu krusial? Kehilangan hutan di wilayah gambut melepaskan emisi karbon dalam jumlah raksasa ke atmosfer, memicu banjir bandang tahunan yang merugikan ekonomi warga, serta menghancurkan habitat satwa endemik yang terancam punah seperti Orangutan.

Upaya Penekanan Laju Kerusakan

Kabar baiknya, penurunan laju deforestasi beberapa tahun terakhir ini disokong oleh sejumlah kebijakan strategis, di antaranya:

  1. Inpres Moratorium Sawit dan Gambut: Pelarangan pemberian izin baru di area hutan primer dan lahan gambut.
  2. Sertifikasi Berkelanjutan: Pengetatan regulasi ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil) untuk memastikan komoditas ekspor tidak berasal dari lahan deforestasi.

Jika Anda sedang menyusun laporan atau artikel berita yang lebih spesifik, visualisasi peta satelit KLHK atau platform independen seperti Global Forest Watch dapat digunakan untuk memperkuat bukti empiris dari fluktuasi angka kehilangan hutan ini dari tahun ke tahun.

sumber:
https://www.facebook.com/reel/1444058590809826

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO