Kinerja pembangunan sektor energi di tengah pandemi covid-19 tahun 2020

Pada awal tahun 2020 dunia dikejutkan oleh serangan pandemi virus dengan nama
Covid-19 yang berawal dari Wuhan, China, dimana pandemi tersebut masih berlanjut
sampai sekarang di seluruh dunia. Covid-19 berdampak besar pada ekonomi. Perekonomian
global maupun domestik menyusut secara drastis. Dalam tahun 2020, ekonomi Indonesia
mengalami kontraksi atau minus 2,07 persen dibandingkan tahun 2019 (BPS, 2021), atau
jauh lebih rendah dibandingkan target pertumbuhan 5,6 persen – 6,2 persen yang dipatok
dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.
Perekonomian Indonesia mengalami hantaman cukup kuat pada kuartal kedua dan ketiga
tahun 2020 dimana berturut-turut pertumbuhan ekonomi menurun hingga -5,3 persen dan
-3,5 persen. Sementara di kuartal keempat 2020 angka pertumbuhan ada di -2,19 (Bappenas,
2021).
Banyak sektor ekonomi mengalami penurunan output, antara lain ditunjukkan oleh
sektor transportasi, pariwisata, kegiatan UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah),
perhotelan, agen perjalanan, dan sektor-sektor lainnya. Namun di balik itu ternyata Covid-
19 membawa “berkah” bagi beberapa sektor: perdagangan secara elektronik (e-commerce),
teknologi informasi & komunikasi, jasa pengiriman/delivery, industri kesehatan, dll., serta
tidak memberikan dampak yang besar terhadap sektor pertanian, misalnya.
Energi berperan sangat penting dalam ekonomi, sering disebut sebagai “mesin”
kegiatan ekonomi. Bila energi tidak ada, kegiatan ekonomi tidak dapat berlangsung. Nilai
perdagangan energi sangat besar, baik di dalam negeri maupun internasional untuk beberapa
negara. Energi dalam bentuk BBM (bahan bakar minyak), gas bumi, atau listrik, dibutuhkan
manusia dimana saja, untuk menggerakkan kegiatan (dan memberikan “kenyamanan”).
Energi harus tersedia setiap saat, meskipun dengan jumlah, jenis dan kualitas yang berbedabeda.
Bagi suatu negara, kebutuhan terhadap energi bersifat primer, termasuk dalam situasi
krisis seperti diakibatkan oleh Covid-19. Namun, sifat permintaan terhadap energi adalah
“turunan” (derived demand), mengikuti perkembangan dari kegiatan-kegiatan (industri,
transportasi, perkantoran, dsb.) dimana energi berperan untuk menggerakkannya.
Makalah ini melihat perkembangan yang terjadi dalam sektor energi di Indonesia,
khususnya selama tahun 2020 dimana Covid-19 sedang melanda dan belum menunjukkan
penurunan hingga makalah ini dibuat dalam kuarter pertama 2021.
source :
https://workingpapers.bappenas.go.id/index.php/bwp/article/view/87
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




