Balikpapan Siap Transformasi TPAS Manggar Menjadi Pembangkit Listrik Berbasis Sampah

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan tengah mempersiapkan terobosan besar dalam pengelolaan sampah dengan mengubah Tempat Pengolahan Akhir Sampah (TPAS) Manggar di Balikpapan Timur menjadi sumber energi listrik. Proyek ambisius ini tidak hanya bertujuan mengurangi timbunan sampah, tetapi juga mendorong pemanfaatan limbah sebagai energi terbarukan yang ramah lingkungan.
Insinerasi: Solusi Inovatif untuk Sampah Kota
Kepala DLH Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, menjelaskan bahwa teknologi insinerasi (pembakaran sampah terkendali) akan menjadi kunci utama proyek ini. “Sampah yang masuk ke TPAS Manggar akan ditambang, kemudian dibakar dalam insinerator untuk menghasilkan energi listrik,” ujarnya pada Selasa (15/4).
Metode ini dinilai efektif karena mampu mengurangi volume sampah hingga 90%, sekaligus menghasilkan listrik yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan permukiman. DLH memperkirakan, potensi energi yang dihasilkan mencapai 13.000–15.000 kWh, cukup untuk memasok listrik ratusan rumah tangga di sekitar kawasan tersebut.
Kajian Komprehensif dengan Dukungan Pemerintah Pusat
Sebelum eksekusi proyek, DLH telah berkolaborasi dengan Kementerian Keuangan melalui Sarana Multi Infrastruktur (SMI) untuk melakukan kajian mendalam dari hulu ke hilir. Kajian ini merupakan tindak lanjut dari pemetaan sampah yang dilakukan bersama Bappeda Litbang pada 2022. Hasilnya menunjukkan bahwa TPAS Manggar diprediksi mencapai kapasitas maksimal pada 2028, sehingga solusi berkelanjutan seperti insinerasi menjadi urgensi.
Transformasi TPAS Manggar Menuju Sistem Sirkular
Sudirman menekankan bahwa proyek ini bukan sekadar mengurangi timbunan sampah, tetapi juga menciptakan sistem sirkular berkelanjutan. “Zonasi sampah di TPAS Manggar akan bertransformasi menjadi pusat energi, di mana sampah tidak hanya ditimbun, tetapi juga memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat,” jelasnya.
Rencananya, insinerator akan dibangun di lahan seluas 5 hektare dari total 40 hektare TPAS Manggar. Selain itu, DLH juga menyiapkan strategi jangka panjang dengan membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di beberapa kecamatan untuk mengurangi volume sampah sebelum mencapai TPAS.
Dampak Positif bagi Lingkungan dan Ekonomi
Proyek ini diharapkan tidak hanya menyelesaikan masalah sampah, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja dan pasokan energi bersih. Jika berhasil, Balikpapan bisa menjadi contoh bagi kota-kota lain dalam menerapkan waste-to-energy sebagai solusi pengelolaan sampah modern.
Sumber:
Kompas.com – “Balikpapan Bakal Sulap TPAS Manggar Jadi Sumber Energi Berbasis Sampah”
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




