Berita

Siapkan anggaran khusus, Pemkot Tangsel gandeng BRIN dan ITI atasi masalah air lindi sampah

Tangsel Ambil Langkah Proaktif: Anggaran Khusus dan Kolaborasi Riset untuk Atasi Air Lindi TPA Cipeucang

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) menanggapi secara serius krisis lingkungan yang ditimbulkan oleh air lindi (leachate) di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cipeucang. Pemkot telah menyiapkan anggaran khusus untuk mendukung kolaborasi strategis dengan institusi riset dan akademik guna mencari solusi yang ilmiah dan berkelanjutan.

I. Kolaborasi Riset untuk Penanganan Air Lindi

Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, mengumumkan kolaborasi ini dalam Rapat Koordinasi Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik di Serpong Utara, Rabu 5 November 2025.

  • Lembaga Mitra:
    • Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN): Institusi riset nasional yang diharapkan dapat menyumbangkan keahlian ilmiah dan teknologi.
    • Institut Teknologi Indonesia (ITI): Institusi akademik yang akan membantu dalam mencari solusi pengangkutan dan penanganan cairan limbah ini.
  • Fokus Masalah: Air lindi merupakan cairan limbah yang dihasilkan dari timbunan sampah. Persoalan ini menjadi perhatian mendesak karena memiliki potensi kuat untuk mencemari lingkungan (tanah dan air) serta menimbulkan keresahan di masyarakat sekitar TPA.
  • Tujuan: Dengan melibatkan BRIN dan ITI, penanganan air lindi diharapkan dapat dilakukan secara ilmiah, efektif, dan berkelanjutan, didukung oleh alokasi anggaran khusus dari Pemkot.

II. Strategi Jangka Menengah dan Tantangan Pengelolaan Sampah

Langkah proaktif ini sejalan dengan upaya Pemkot Tangsel dalam menghadapi tantangan pengelolaan sampah secara menyeluruh, terutama menjelang rampungnya proyek strategis nasional (PSN) Pusat Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Jatiwaringin.

  • Proyek PSEL Jatiwaringin: Proyek ini ditargetkan rampung dalam dua tahun ke depan. PSEL adalah solusi jangka panjang yang diharapkan dapat mengurangi volume sampah secara signifikan dan menghasilkan energi.

III. Solusi Jangka Pendek: Kerja Sama Lintas Daerah

Sambil menunggu rampungnya PSEL Jatiwaringin, Pemkot Tangsel mengambil langkah taktis untuk mengatasi kelebihan volume sampah saat ini melalui kerja sama dengan daerah tetangga.

  • Inisiasi Kerja Sama: Wali Kota Benyamin menyatakan kesiapan untuk membangun kerja sama lintas daerah dalam mengatasi persoalan sampah, yang dimungkinkan secara peraturan perundang-undangan.
  • Daerah yang Dijajaki: Saat ini, Pemkot Tangsel tengah menjajaki kerja sama dengan Kota Bogor dan Kabupaten Bogor sebagai solusi sementara untuk pengelolaan sampah.
  • Harapan Dukungan Pusat: Benyamin berharap adanya dukungan dari pemerintah pusat agar percepatan kerja sama antar daerah ini dapat berjalan lebih lancar, tanpa sepenuhnya membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tangsel.

IV. Dukungan Pemerintah Provinsi Banten

Gubernur Banten, Andra Soni, yang memimpin Rapat Koordinasi, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi untuk memfasilitasi upaya ini.

  • Peran Fasilitator: Pemprov Banten siap memfasilitasi kerja sama antara pemerintah daerah di kawasan Tangerang Raya dengan pemerintah pusat. Ini termasuk membantu dalam penyusunan Memorandum of Understanding (MoU) lintas kabupaten/kota.
  • Pengembangan WTE Lain: Selain Tangerang Raya, Gubernur Andra Soni juga menyebut bahwa kawasan Serang Raya akan menjadi lokasi pengembangan Waste to Energy (WTE) tahap kedua, yang akan disesuaikan dengan kapasitas dan volume sampah di wilayah tersebut.

sumber:

https://www.tangerangnews.com/tangsel/read/56100/Siapkan-Anggaran-Khusus-Pemkot-Tangsel-Gandeng-BRIN-dan-ITI-Atasi-Masalah-Air-Lindi-Sampah

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO