Berita

Wali Kota Kupang Dorong Sinergi Sekolah dalam Penanganan Sampah untuk Wujudkan Kota Bersih dan Berkelanjutan

Wali Kota Kupang, Christian Widodo , menginstruksikan seluruh sekolah di ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ini untuk bersinergi dalam upaya penanganan sampah. Instruksi tersebut disampaikan sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Kota Kupang untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan melalui pengelolaan sampah yang terintegrasi.

“Dalam setiap forum, saya memperkenalkan roadmap atau peta jalan pengelolaan sampah di Kota Kupang. Oleh karena itu, setiap sekolah juga perlu mengetahuinya supaya kita satu pemikiran dan satu pemahaman,” ujar Christian Widodo saat membuka acara lomba karya tulis dan debat berbahasa Inggris tingkat SD/MI dan SMP/MTs se-Kota Kupang, Rabu (23/4/2025).

Acara tersebut dihadiri oleh pelajar peserta lomba, guru pendamping, serta para kepala sekolah. Dalam kesempatan itu, Wali Kota Christian menekankan pentingnya peran sekolah sebagai mitra strategis dalam mendukung program pengelolaan sampah yang telah dirancang oleh pemerintah kota.

Roadmap Pengelolaan Sampah: Mulai dari Tingkat RT hingga TPA

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Christian memaparkan rancangan roadmap pemilahan sampah yang dimulai dari tingkat Rukun Tetangga (RT) hingga pengolahan akhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Alak. Ia menjelaskan bahwa pengelolaan sampah harus dilakukan secara bertahap dan sistematis agar efektif.

“Setiap RT harus memiliki tempat sampah yang memadai, dan setiap warga, termasuk siswa sekolah, harus memahami cara memilah sampah sesuai jenisnya,” kata Christian.

Untuk mendukung implementasi roadmap tersebut, ia berharap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dinas P dan K) serta setiap sekolah dapat memberikan sosialisasi dan edukasi kepada siswa dan orang tua tentang pentingnya pemilahan sampah. Menurutnya, edukasi ini tidak hanya akan meningkatkan kesadaran lingkungan, tetapi juga membentuk perilaku positif sejak dini.

Pembentukan Satgas Sampah dan Peran Sekolah

Sebagai langkah terobosan, Pemerintah Kota Kupang telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Sampah , yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk sekolah. Christian mengimbau setiap sekolah untuk mengirimkan satu atau dua perwakilan guru untuk bergabung dalam satgas ini.

“Kami juga akan membuat satgas di setiap sekolah yang akan dikoordinir oleh Kadis P dan K dalam kerja sama integral dengan kelurahan dan kecamatan setempat,” tambahnya.

Melalui satgas ini, sekolah diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam mengedukasi siswa dan masyarakat sekitar tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik. Selain itu, sekolah juga didorong untuk menyiapkan fasilitas penunjang seperti tempat sampah tiga warna (untuk sampah organik, anorganik, dan B3) guna mempermudah proses pemilahan.

Target 1.300 Kontainer Sampah dan Bank Sampah di Sekolah

Pemerintah Kota Kupang menargetkan tersedianya 1.300 kontainer tempat sampah di seluruh wilayah RT di Kota Kupang. Untuk mencapai target tersebut, Wali Kota Christian mengajak sekolah-sekolah turut berpartisipasi dengan menyiapkan minimal satu kontainer plastik atau tempat sampah di wilayah RT masing-masing.

Selain itu, pemerintah kota juga berencana mendirikan bank sampah di sekolah-sekolah bekerja sama dengan kelurahan setempat. Bank sampah ini tidak hanya bertujuan untuk mengelola sampah secara efisien, tetapi juga mengedukasi siswa tentang nilai ekonomis dari sampah yang dapat didaur ulang.

“Bank sampah ini akan menjadi sarana praktis bagi siswa untuk belajar bahwa sampah bukanlah masalah, melainkan sumber daya yang bisa dimanfaatkan,” ujar Christian.

Produksi Sampah Harian dan Tantangan Kota Kupang

Menurut data pemerintah, produksi sampah di Kota Kupang mencapai 250 ton per hari , angka yang sangat tinggi dibandingkan dengan kapasitas pengolahan yang ada. Oleh karena itu, penanganan sampah menjadi salah satu prioritas utama pembangunan kota dalam beberapa tahun ke depan.

Untuk mengatasi tantangan ini, Pemerintah Kota Kupang juga tengah menata Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Alak dengan alokasi anggaran sebesar Rp17 miliar . Selain itu, rencana pengolahan sampah menjadi sumber energi listrik juga sedang dipersiapkan sebagai solusi inovatif untuk mengurangi volume sampah sekaligus memenuhi kebutuhan energi.

Kolaborasi untuk Masa Depan Kota Kupang

Wali Kota Christian menegaskan bahwa penanganan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat, termasuk sekolah. Melalui kolaborasi yang kuat, ia yakin Kota Kupang dapat menjadi contoh kota yang berhasil mengelola sampah secara berkelanjutan.

“Mari kita bersama-sama menjaga kebersihan Kota Kupang. Jika semua pihak terlibat, maka kita bisa mewujudkan lingkungan yang lebih sehat dan nyaman untuk generasi mendatang,” pungkasnya.

Sumber: Antara News

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO