Berita

Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Polusi Udara, Warga Bisa Pantau Kualitas Udara Tiga Hari ke Depan

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tengah mengembangkan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) kualitas udara yang memungkinkan masyarakat mengetahui prakiraan kondisi udara hingga tiga hari ke depan.

Inovasi ini dihadirkan sebagai langkah strategis untuk meningkatkan perlindungan kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat upaya pengendalian pencemaran udara di ibu kota.

Sistem tersebut memanfaatkan teknologi pemodelan kualitas udara berbasis spasial bernama SILAM Urban yang dikembangkan BMKG. Teknologi ini mampu memetakan kondisi kualitas udara secara rinci hingga radius satu kilometer dan mencakup seluruh 44 kecamatan di Jakarta.

Koordinator Subbidang Informatif Gas Rumah Kaca BMKG, Albert C Nahas, menjelaskan bahwa SILAM Urban dibangun menggunakan data inventarisasi emisi lokal yang mencakup berbagai sumber pencemar, mulai dari emisi sektoral hingga emisi polutan spesifik. Pendekatan tersebut membuat hasil prakiraan menjadi lebih akurat dan sesuai dengan kondisi Jakarta.

Menurut Albert, sistem ini akan menyajikan informasi mengenai enam jenis polutan utama, termasuk PM2.5 yang selama ini menjadi salah satu indikator utama kualitas udara. Masyarakat nantinya dapat mengakses peta kualitas udara hingga tingkat kecamatan, lengkap dengan berbagai informasi pendukung.

Selain menampilkan kondisi kualitas udara saat ini, SILAM Urban juga menyediakan tren Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) hingga tiga hari ke depan, data meteorologi, peringkat kecamatan berdasarkan kualitas udara, serta grafik konsentrasi polutan yang memudahkan pemantauan secara berkala.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi, mengatakan bahwa pengembangan sistem peringatan dini ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah daerah dalam menghadapi persoalan pencemaran udara.

Menurutnya, EWS kualitas udara tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyedia informasi, tetapi juga menjadi instrumen mitigasi yang memungkinkan pemerintah dan masyarakat mengambil langkah antisipatif sebelum kualitas udara memburuk.

Dengan adanya informasi prakiraan yang tersedia lebih awal, pemerintah dapat menyiapkan langkah-langkah pengendalian yang diperlukan, sementara masyarakat dapat menyesuaikan aktivitas sehari-hari untuk mengurangi risiko paparan polusi.

Sistem ini dinilai akan memberikan manfaat besar bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan. Melalui informasi yang lebih cepat dan akurat, warga dapat mengambil tindakan pencegahan seperti menggunakan masker, membatasi aktivitas luar ruangan, atau menghindari paparan polusi pada waktu-waktu tertentu.

Kolaborasi antara Pemprov DKI Jakarta dan BMKG ini diharapkan mampu menghadirkan sistem informasi kualitas udara yang lebih modern, prediktif, dan mudah diakses masyarakat. Kehadiran EWS kualitas udara juga menjadi langkah penting menuju pengelolaan lingkungan perkotaan yang lebih sehat, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan warga dalam menghadapi risiko pencemaran udara di masa depan.

Dengan dukungan teknologi pemantauan yang semakin canggih, Jakarta berupaya bertransformasi dari sekadar memantau kualitas udara menjadi mampu memprediksi dan mengantisipasi potensi pencemaran sebelum dampaknya dirasakan masyarakat.

https://news.detik.com/berita/d-8520407/pemprov-dki-dan-bmkg-siapkan-sistem-peringatan-dini-polusi-udara

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO