Bauran EBT sentuh 17,89% pada April 2026, lampaui target

Bauran EBT Indonesia Capai 17,89% per April 2026, Melampaui Target Nasional
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan capaian positif dalam transisi energi nasional. Hingga April 2026, porsi Energi Baru Terbarukan (EBT) dalam kapasitas pembangkit listrik nasional telah menyentuh angka 17,89%.
Realisasi ini berhasil melampaui target bauran EBT tahun 2026 yang sebelumnya dipatok pada angka 16,46%. Meskipun menunjukkan tren pertumbuhan yang menggembirakan, energi berbasis fosil terpantau masih mendominasi jaringan listrik tanah air.
Lanskap Kapasitas Pembangkit Listrik Nasional (Total: 108 GW)
Per April 2026, total kapasitas terpasang pembangkit listrik di Indonesia mencapai 108 gigawatt (GW). Dari total tersebut, sektor energi fosil masih menguasai 85% (sekitar 91,58 GW) dari seluruh sistem ketenagalistrikan.
Berikut adalah rincian kapasitas pembangkit listrik nasional berdasarkan jenis sumber energinya:
1. Energi Fosil (Dominasi 85%)
- Batu Bara (PLTU): 60,53 GW (56% Sumber energi utama)
- Gas (PLTG): 24,72 GW (23%)
- Bahan Bakar Minyak (PLTD): 6 GW (6%)
2. Energi Baru Terbarukan / EBT (Porsi 17,89%)
- Tenaga Air (PLTA): 7,6 GW (7%)
- Biomassa (PLTBm): 3,67 GW (3%)
- Panas Bumi (PLTP): 2,75 GW (3%)
- Tenaga Surya (PLTS): 1,62 GW (2%)
“Porsi ini tentu cukup menggembirakan dan menunjukkan kinerja yang cukup positif dari energi baru terbarukan, meskipun pembangkit berbasis energi fosil masih mendominasi kapasitas terpasang.”
Tri Winarno, Plt. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM (RDP bersama Komisi XII DPR RI, 4/6/2026).
Struktur Kepemilikan Pembangkit di Wilayah Usaha PLN
PT PLN (Persero) mengelola wilayah usaha yang mencakup 79,05 GW atau sekitar 73% dari total kapasitas pembangkit nasional. Struktur kepemilikan kapasitas di bawah sistem PLN di antaranya:
- PLN & Grup: 48,79 GW (45% dari total nasional)
- Produsen Listrik Swasta (IPP): 29,27 GW (27% dari total nasional)
- Pembangkit Sewa: Sekitar 1%
- IUPTLS (Kepentingan Sendiri terhubung ke PLN): 0,14 GW
Produksi Listrik Nasional Meroket hingga 165,51 TWh
Selain mencatatkan kapasitas terpasang, Kementerian ESDM juga merilis total produksi (suplai) listrik nasional yang menembus 165,51 Terawatt hour (TWh) per April 2026.
Produksi energi listrik tersebut dipasok dari empat kontributor utama:
| Kontributor Sektor | Total Produksi Listrik (TWh) |
| PT PLN (Persero) | 61,79 TWh |
| Independent Power Producer (IPP) | 55,03 TWh |
| Pemegang IUPTLS (Konsumsi Sendiri) | 40,29 TWh |
| Wilayah Usaha Lain (Wilus) | 8,40 TWh |
Akselerasi pembangunan infrastruktur hijau seperti PLTS, PLTP, dan biomassa berhasil membawa Indonesia melewati target bauran energi tahunan lebih cepat dari perkiraan. Tantangan besar berikutnya bagi pemerintah adalah memperkecil ketergantungan yang masih tergolong tinggi pada komoditas batu bara dan gas bumi.
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




