Berita

Menjaga Tradisi, Merawat Kehidupan: Hari Masyarakat Adat Sedunia 2026 Soroti Peran Krusial Bidan Adat

Setiap tanggal 9 Agustus, dunia menoleh sejenak untuk merayakan sekaligus merenungkan keberadaan para penjaga tradisi tertua di bumi melalui Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia. Tahun 2026 ini, perayaan tersebut membawa sorotan khusus pada sosok pahlawan kehidupan yang kerap terlupakan: para bidan adat.

Penjaga Bumi yang Kerap Terpinggirkan Masyarakat adat lebih dari sekadar kelompok dengan budaya yang unik; mereka adalah pewaris kearifan lokal yang tahu persis cara hidup selaras dengan alam. Namun, ironisnya, di tengah kontribusi besar mereka menjaga keseimbangan lingkungan, masyarakat adat kerap menjadi kelompok yang paling rentan dan termarjinalkan di dunia.

Sepanjang sejarah, perjuangan mereka untuk mendapatkan pengakuan atas identitas, ruang hidup, dan sumber daya alam sering kali berbenturan dengan pelanggaran hak asasi. Peringatan yang diresmikan oleh Majelis Umum PBB pada 23 Desember 1994 ini—sebagai penghormatan atas pertemuan perdana Kelompok Kerja PBB untuk Penduduk Asli di tahun 1982—hadir sebagai pengingat global. Dunia internasional kini semakin menyadari bahwa perlindungan khusus mutlak diperlukan untuk menjaga eksistensi dan hak-hak masyarakat adat.

Tema 2026: Penghormatan untuk Bidan Adat Tahun ini, pesan yang digaungkan oleh PBB sangat tajam dan mendalam, yakni “Honouring Indigenous Midwives: Safeguarding Life and Well-being” (Menghormati Bidan Adat: Menjaga Kehidupan dan Kesejahteraan).

Mengingat puncak peringatan 9 Agustus jatuh pada hari Minggu, rangkaian perayaan utama akan dilangsungkan secara virtual pada Senin, 10 Agustus 2026. Acara ini tidak hanya diisi dengan pidato dari para petinggi PBB dan Ketua Forum Tetap untuk Isu-isu Adat, tetapi juga akan dibuka dengan upacara spiritual adat yang sakral.

Langkah Nyata Melalui Dua Dialog Utama Sebagai inti dari peringatan, akan digelar dua sesi dialog interaktif yang dirancang untuk memperjuangkan masa depan praktik kebidanan adat:

  • Dialog 1: Bidan Adat sebagai Pemegang Pengetahuan dan Penjaga Kesejahteraan. Sesi ini akan membuka mata dunia bahwa kebidanan adat bukanlah sekadar praktik tradisional biasa, melainkan sebuah sistem pengetahuan komprehensif yang terus hidup. Diskusi akan menyoroti betapa besarnya peran bidan adat bagi kesehatan masyarakat, sekaligus membedah tantangan yang mereka hadapi dalam mewariskan ilmu luhur tersebut ke generasi berikutnya.
  • Dialog 2: Dari Pengakuan Menuju Tindakan (Melindungi dan Mendukung Kebidanan Adat). Pengakuan saja tidak cukup. Sesi kedua ini berfokus pada langkah konkret, mengkaji reformasi kebijakan yang diperlukan agar kebidanan adat diakui secara sah sebagai sistem pengetahuan yang vital. Tujuannya adalah memastikan komitmen internasional dan hak asasi manusia benar-benar diterapkan untuk melindungi praktik ini.

Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia 2026 bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan panggilan aksi bagi dunia untuk melindungi mereka yang telah menjaga kehidupan sejak napas pertama diembuskan.

https://news.detik.com/berita/d-8608299/hari-internasional-masyarakat-adat-sedunia-2026-sejarah-hingga-tema

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO