Bappenas Tanam Pohon Beringin di Rinjani, Lindungi Mata Air dan Dukung Ekowisata Berkelanjutan

Upaya menjaga kelestarian Gunung Rinjani tidak hanya berkaitan dengan perlindungan ekosistem, tetapi juga keberlanjutan sumber air dan peningkatan ekonomi masyarakat sekitar.
Menanam Pohon untuk Menjaga Sumber Mata Air
Sekretariat Nasional Sustainable Development Goals (SDGs) Kementerian PPN/Bappenas melakukan penanaman 10 bibit pohon beringin di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (29/10/2026) tersebut dilaksanakan di Pos 2 jalur pendakian Sembalun, lokasi yang memiliki sumber mata air penting bagi keberlangsungan ekosistem setempat.
Kepala Sekretariat Nasional SDGs Bappenas, Pungkas Bahjuri, menjelaskan bahwa penanaman pohon beringin diharapkan dapat membantu melindungi kawasan mata air agar tetap terjaga keberlanjutannya. Aksi ini sekaligus menjadi bagian dari implementasi Tujuan 15 SDGs (Life on Land), yang berfokus pada perlindungan dan pemulihan ekosistem daratan.
Konservasi Alam dan Ekonomi Masyarakat
Pelestarian lingkungan di kawasan Rinjani juga memiliki keterkaitan erat dengan pengembangan ekonomi lokal. Bappenas menilai potensi wisata alam Gunung Rinjani dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui pendekatan ekowisata berkelanjutan.
Konsep tersebut berupaya menyeimbangkan perlindungan alam dengan kegiatan ekonomi, sehingga kawasan wisata tidak hanya menjadi sumber pendapatan, tetapi juga tetap terjaga kelestariannya. Pendekatan ini sejalan dengan Tujuan 8 SDGs (Decent Work and Economic Growth) yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesempatan kerja yang berkelanjutan.
Kolaborasi Menjadi Kunci Keberlanjutan
Pengelolaan kawasan konservasi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Bappenas menekankan pentingnya kolaborasi antara pengelola taman nasional, pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, komunitas, dan masyarakat sekitar.
Universitas Mataram juga diharapkan berkontribusi melalui penguatan kajian dan pemberdayaan masyarakat. Kerja sama tersebut diperlukan agar perlindungan ekosistem daratan dan lautan dapat berjalan selaras dengan peningkatan kesejahteraan sosial-ekonomi masyarakat Lombok.
Penanaman pohon di Rinjani menjadi pengingat bahwa konservasi tidak dapat dipisahkan dari pembangunan berkelanjutan. Keberhasilan menjaga kawasan alam bukan hanya diukur dari jumlah pohon yang ditanam, tetapi juga dari kemampuan seluruh pemangku kepentingan untuk merawat lingkungan sekaligus memastikan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat dalam jangka panjang.
Sumber: ANTARA – Bappenas Lestarikan Lingkungan dengan Tanam Pohon di Rinjani




