Berita

Menteri LHK Siti Nurbaya Jadi Tokoh Pendorong Emisi Nol Bersih

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Siti Nurbaya Bakar, telah menerima penghargaan bergengsi Anugerah Ekonomi Hijau untuk Tokoh Pendorong Emisi Nol Bersih dari detikcom. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Chairman CT Corp, Chairul Tanjung (CT), dalam acara yang berlangsung di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan.

Dalam sambutannya, Siti Nurbaya mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas penghargaan tersebut. “Saya menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan hari ini dalam Anugerah Ekonomi Hijau, sekaligus mendapat penghargaan, terima kasih tak terhingga,” ucap Siti Nurbaya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Chairul Tanjung dan detikcom yang telah fokus memperhatikan kondisi ekonomi hijau di Indonesia. “Saya menyampaikan sangat terima kasih kepada Bang CT atas penghargaan ini. Ini menjadi bukti Bang CT kepada isu green economy. Terima kasih detikcom menyorot ini secara khusus,” tambahnya.

Siti Nurbaya Bakar menerima penghargaan ini atas komitmennya dalam meningkatkan ketahanan bencana dan perubahan iklim di Indonesia melalui penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) guna mencapai target Net Zero Emission pada tahun 2060 atau lebih cepat. Langkah-langkah nyata Siti Nurbaya dalam mendukung kebijakan lingkungan terlihat dari dukungannya terhadap Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon. Kebijakan ini bertujuan untuk mencapai Target Kontribusi Nasional (Nationally Determined Contribution/NDC) yang telah ditetapkan.

Indonesia telah menyampaikan target penurunan emisi GRK ke United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) dengan target penurunan emisi sebesar 29% dengan kemampuan sendiri dan 41% dengan dukungan internasional. Pada tahun 2022, Indonesia memperbaharui target NDC melalui Enhanced NDC dengan target penurunan emisi sebesar 31,89% dengan kemampuan sendiri dan 43,20% dengan dukungan internasional.

Pada Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP-28) tahun 2023, Siti Nurbaya memaparkan strategi Indonesia menuju Net Zero Emission berdasarkan Enhanced NDC. Strategi ini mencakup implementasi Forest and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030, pengurangan emisi GRK dari pengelolaan sampah dan limbah, serta transisi energi baru terbarukan.

ENDC ini sejalan dengan Long-Term Low Carbon and Climate Resilience Strategy (LTS-LCCR) 2050 yang memiliki visi untuk mencapai Net Zero Emission pada tahun 2060 atau lebih cepat. Dalam upaya menurunkan emisi GRK di sektor kehutanan dan limbah, Menteri Siti dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah melaksanakan beberapa langkah strategis.

Salah satu langkah strategis yang diambil adalah implementasi FoLU Net Sink 2030 yang bertujuan untuk menurunkan emisi GRK dari sektor kehutanan dan lahan. Selain itu, KLHK juga telah merekonseptualisasi Program Kampung Iklim (Proklim) yang kini telah dilaksanakan di 7.264 lokasi ProKlim. Program ini merupakan inisiatif untuk meningkatkan kesadaran dan aksi masyarakat dalam mengurangi emisi GRK dan adaptasi terhadap perubahan iklim.

KLHK juga melakukan optimalisasi pendanaan melalui Result Based Payment (RBP) REDD+, penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) yang mengatur tata kelola Perdagangan Karbon, serta penerapan skema Sertifikasi Penurunan Emisi (SPE). Pendanaan ini diharapkan dapat mempercepat upaya penurunan emisi dan mendukung berbagai inisiatif lingkungan yang ada.

Pada COP-28 2023, Siti Nurbaya meluncurkan Dokumen Kerja Indonesia’s Zero Waste Zero Emission yang menguraikan pendekatan strategis dari sektor limbah untuk mencapai target nol limbah pada tahun 2040. Dokumen ini menjabarkan langkah-langkah mitigasi yang diharapkan dapat mengurangi emisi hingga 62 juta ton CO2e pada tahun 2050 dan 9 juta ton CO2e pada tahun 2060.

Dalam upaya transisi energi baru terbarukan, Siti Nurbaya juga mendorong penurunan emisi GRK melalui berbagai inisiatif seperti elektrifikasi, moratorium Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), pembangunan sumber energi baru dan Energi Baru Terbarukan (EBT), serta penerapan efisiensi energi. Langkah-langkah ini diharapkan dapat mempercepat pencapaian Net Zero Emission di Indonesia.

Penghargaan Anugerah Ekonomi Hijau yang diterima oleh Siti Nurbaya Bakar merupakan pengakuan atas komitmen dan upaya kerasnya dalam menjaga lingkungan dan mendorong ekonomi hijau di Indonesia. Melalui berbagai strategi dan kebijakan yang telah diterapkan, diharapkan Indonesia dapat mencapai target Net Zero Emission lebih cepat dan menjadi contoh bagi negara-negara lain dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan.

Source:

https://finance.detik.com/ekonomi-hijau/d-7465453/menteri-lhk-siti-nurbaya-jadi-tokoh-pendorong-emisi-nol-bersih

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO