Berita

Ekowisata Mangrove: Solusi Mitigasi Iklim dan Peningkatan Ekonomi Berkelanjutan di Desa-Desa Indonesia

Mangrove memiliki peran penting dalam menyimpan karbon yang jauh lebih tinggi dibandingkan hutan biasa, dengan kapasitas 2-10 kali lipat lebih besar. Selain fungsi ekologisnya sebagai penyerap karbon, mangrove juga memiliki potensi besar dalam sektor ekowisata, yang dapat menjadi solusi untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim sekaligus mendatangkan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

Beberapa desa di Indonesia telah memanfaatkan mangrove sebagai ekowisata, seperti Desa Budeng di Bali, Desa Uwedikan di Sulawesi Tengah, Desa Darunu di Minahasa Utara, dan Desa Golo Sepang di Manggarai Barat. Desa-desa ini didukung oleh Yayasan Pesisir Lestari, yang bekerja sama dalam melestarikan mangrove sekaligus memberdayakan masyarakat dengan pelatihan, peningkatan kapasitas, dan pembukaan akses pembiayaan berkelanjutan.

Contoh keberhasilan ekowisata mangrove terlihat di Desa Budeng, Kabupaten Jembrana, Bali, di mana kawasan mangrove seluas 89,39 hektare dikelola oleh Kelompok Tani Hutan Wana Mertha (KTH). Sejak 2007, kawasan ini telah dilestarikan, dan mulai 2011 KTH Wana Mertha memfokuskan pengelolaannya pada tiga aspek utama: ekowisata, hasil hutan bukan kayu (HHBK), dan silvofishery (kombinasi hutan bakau dan perikanan).

Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah Warung Mangrove, yang menawarkan pengalaman kuliner unik di tengah hutan mangrove. Restoran ini menyajikan hasil tangkapan lokal yang diolah oleh kelompok perempuan setempat, sekaligus menjual produk-produk HHBK seperti teh daun mangrove, keripik mangrove, dan pil mangrove. Produk-produk ini dihasilkan oleh masyarakat setempat dengan memanfaatkan bagian daun dan buah mangrove.

Selain menawarkan manfaat ekonomi, ekowisata mangrove di Desa Budeng juga melibatkan unsur edukasi bagi pengunjung. Ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pelestarian mangrove sebagai salah satu solusi mitigasi perubahan iklim.

Upaya ini menunjukkan bagaimana kolaborasi lokal antara masyarakat, kelompok tani, dan lembaga pendukung dapat menciptakan sistem berkelanjutan yang mendukung ekologi dan ekonomi. Hal ini juga memberikan dampak positif ke desa-desa sekitarnya dengan memanfaatkan sumber daya alam secara bijak, sekaligus menjaga keberlanjutannya.

Sumber:

https://lestari.kompas.com/read/2024/09/04/184731486/mengintip-pemanfaatan-mangrove-sebagai-ekowisata-di-bali-barat

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO