Agrivoltaics: Memanen Energi Matahari Sambil Menjaga Lahan Pertanian

Indonesia Timur memiliki potensi energi surya yang sangat besar. Namun, di banyak wilayah kepulauan dan daerah terpencil, akses terhadap listrik yang stabil masih menjadi tantangan. Salah satu solusi yang mulai dikembangkan adalah agrivoltaics, yaitu pemanfaatan satu lahan untuk produksi listrik tenaga surya sekaligus kegiatan pertanian.
Konsep ini memungkinkan panel surya dipasang pada ketinggian tertentu sehingga lahan di bawahnya tetap dapat digunakan untuk bercocok tanam. Panel juga dapat berfungsi sebagai peneduh yang membantu menjaga kelembapan tanah dan mengurangi paparan sinar matahari berlebih pada tanaman.
Menariknya, hubungan antara tanaman dan panel surya dapat saling menguntungkan. Vegetasi di bawah panel membantu menciptakan mikroklimat yang lebih sejuk, sementara suhu yang lebih rendah dapat membantu panel bekerja lebih efisien.
Pengembangan konsep agrivoltaics ini menjadi bagian dari kolaborasi antara Institut Teknologi Bandung dan sejumlah institusi di Australia, melalui program KONEKSI LPDP Indonesia-Australia. Riset tersebut diarahkan untuk menemukan model yang paling sesuai dengan kondisi tropis, karakter lahan, dan kebutuhan masyarakat di Indonesia Timur.
Kolaborasi juga melibatkan berbagai perguruan tinggi dan lembaga penelitian dari Papua, Papua Barat, Jawa, serta institusi nasional. Pendekatan yang digunakan tidak hanya berfokus pada aspek teknologi, tetapi juga mempertimbangkan pengetahuan lokal dan pengalaman masyarakat setempat.
Hal penting lainnya adalah keterlibatan perempuan, pemuda, dan kelompok yang selama ini kurang terwakili. Kehadiran listrik bersih di wilayah pertanian dan perikanan dapat membuka akses pada pompa irigasi, alat pengolahan hasil pertanian, hingga fasilitas penyimpanan dingin.
Dengan demikian, agrivoltaics tidak hanya berpotensi membantu transisi energi, tetapi juga meningkatkan produktivitas pangan dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Dalam konteks yang lebih luas, pengembangan agrivoltaics juga sejalan dengan target peningkatan energi terbarukan dalam sistem kelistrikan nasional. Pemanfaatan lahan secara ganda dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi potensi konflik antara kebutuhan energi dan kebutuhan pangan.
Agrivoltaics menunjukkan bahwa transisi energi tidak harus mengambil ruang dari pertanian. Dengan desain yang tepat, satu lahan dapat menghasilkan pangan sekaligus energi bersih, sehingga manfaat ekonomi dan lingkungan dapat tumbuh bersama.
Sumber: Ekuatorial
https://www.ekuatorial.com/2026/06/agrivoltaics-memanen-matahari-merawat-bumi/




