Aspal Plastik Sebagai Solusi Inovatif untuk Jalan Lebih Baik dan Lingkungan Lebih Bersih

Indonesia kini memiliki solusi inovatif untuk dua masalah besar: sampah plastik dan kerusakan jalan. Direktur Yayasan Bakti Barito, Dian A Purbasari, menyatakan bahwa aspal dengan campuran plastik tidak hanya lebih stabil dibandingkan aspal konvensional, tetapi juga menjadi jawaban cerdas dalam pengelolaan sampah plastik di tempat pemrosesan akhir (TPA). Penggunaan aspal plastik telah terbukti mengelola hingga 431.535 kilogram sampah plastik dari TPA setempat selama pengujian.
“Kesimpulannya, aspal plastik lebih stabil dibanding aspal konvensional. Selain itu, yang terpenting adalah membantu mengurangi plastik di lingkungan sekitar,” ujar Dian dalam acara Peluncuran Riset Aspal Plastik yang digelar oleh PT Chandra Asri di Jakarta Pusat, Selasa (25/2/2025).
Keunggulan Aspal Plastik
Menurut hasil riset evaluasi implementasi aspal plastik di 23 ruas jalan sepanjang 50,2 kilometer di Garut, Jawa Barat, material ini menawarkan banyak manfaat jangka panjang. Beberapa kelebihan aspal plastik antara lain:
- Lebih awet terhadap deformasi dan cuaca ekstrem: Kualitasnya membuat jalan lebih tahan lama meski menghadapi beban berat atau kondisi cuaca yang tidak bersahabat.
- Mengurangi biaya perawatan jalan: Dengan stabilitas yang lebih tinggi, aspal plastik meminimalkan kerusakan dini pada jalan, sehingga frekuensi rehabilitasi dapat dikurangi.
- Ramah lingkungan: Aspal plastik memberikan solusi nyata untuk mengurangi sampah plastik yang mencemari lingkungan.
Salah satu parameter teknis yang diuji adalah nilai Marshall Quotient (MQ) , yaitu rasio stabilitas terhadap kelelehan yang digunakan sebagai indikator kekakuan campuran aspal. Hasilnya menunjukkan bahwa campuran aspal dengan plastik memiliki nilai MQ tertinggi, yakni 399 kg/mm , sementara aspal tanpa campuran plastik hanya mencapai 366,7 kg/mm .
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan
Dian menjelaskan bahwa penggunaan aspal plastik juga berdampak positif pada anggaran pemeliharaan jalan. “Setiap tahun ada biaya pemeliharaan jalan. Kadang-kadang baru dua tahun sudah rusak, harus direhabilitasi lagi. Dengan stabilitas yang lebih tinggi, kualitas yang lebih baik, dan kepadatan yang lebih kuat, ini diharapkan bisa mengurangi biaya pemeliharaan secara signifikan,” tambahnya.
Sementara itu, M Nicko A Setyabudi , Circular Economy & Partnership Manager Chandra Asri Group, menegaskan bahwa pencampuran cacahan plastik dengan aspal meningkatkan beberapa parameter teknis penting. Salah satunya adalah peningkatan kepadatan campuran aspal, yang berpengaruh langsung pada keawetan serta kemampuannya menahan beban.
“Nilai stabilitas dan Marshall Quotient, yang merupakan indikator kekakuan campuran beraspal dalam menerima beban, juga lebih tinggi. Ini menegaskan keunggulan aspal plastik sebagai opsi material yang tahan lama dan ramah lingkungan,” ungkap Nicko.
Langkah Kolaboratif untuk Indonesia Bersih
Acara peluncuran riset ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2025 , dengan tema “Kolaborasi untuk Indonesia Bersih.” Tema ini menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk mengatasi masalah sampah secara komprehensif.
Kemitraan antara PT Chandra Asri, Pemerintah Kabupaten Garut, dan Yayasan Bakti Barito menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi dapat menghasilkan solusi inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Dengan menggunakan aspal plastik, kita tidak hanya mendapatkan jalan yang lebih baik, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan limbah plastik yang merusak alam.
Mari bersama-sama mendukung inisiatif ini demi masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan!
Sumber Berita: Kompas.com
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.



