Bandung Siapkan 201 Titik Pengolahan Sampah, Target Olah 125 Ton Sampah per Hari

Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus memperkuat sistem pengelolaan sampah melalui penambahan ratusan fasilitas pengolahan di berbagai wilayah. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pada tempat pemrosesan akhir (TPA) sekaligus mempercepat penanganan sampah dari sumbernya.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan bahwa Pemkot akan menerima 151 unit mesin pengolah sampah jenis Refuse Derived Fuel (RDF) dari hibah Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Selain itu, Pemkot juga mengusulkan pembangunan 50 titik pengolahan sampah melalui dukungan Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabes TNI AD).
“Kami mendapatkan bantuan 151 mesin RDF dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Selain itu, kami juga mengusulkan 50 titik pengolahan sampah melalui bantuan Mabes TNI AD,” ujar Farhan.
Verifikasi Lokasi Menjadi Tahapan Penting
Sebelum seluruh mesin ditempatkan, Pemkot Bandung masih melakukan proses verifikasi lapangan untuk memastikan setiap lokasi memenuhi persyaratan teknis.
Setiap titik pengolahan membutuhkan lahan dengan luas minimal 100 meter persegi agar mesin dapat beroperasi secara optimal. Berdasarkan pemetaan awal menggunakan foto udara, pemerintah telah mengidentifikasi sekitar 220 lokasi potensial yang selanjutnya akan diverifikasi secara langsung.
Verifikasi dilakukan untuk memastikan lokasi memiliki akses yang memadai serta tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar.
Hindari Lokasi Dekat Sekolah dan Fasilitas Kesehatan
Dalam proses peninjauan, Pemkot Bandung juga mempertimbangkan aspek kenyamanan dan kesehatan masyarakat. Lokasi yang berada terlalu dekat dengan sekolah maupun fasilitas kesehatan akan dipindahkan ke tempat yang lebih sesuai.
Langkah ini dilakukan agar aktivitas pengolahan sampah tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar maupun pelayanan kesehatan.
Selain akses jalan yang memadai, faktor keamanan, kenyamanan warga, dan potensi dampak lingkungan menjadi bagian penting dalam penentuan lokasi akhir.
Target 20 Titik Beroperasi Tahun Ini
Pemkot Bandung menargetkan proses pemetaan dan verifikasi lokasi selesai pada akhir Juli 2026. Pada tahap awal, pemerintah menargetkan sedikitnya 20 titik dapat mulai beroperasi, terdiri atas:
- 15 titik bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
- 5 titik bantuan Mabes TNI Angkatan Darat.
Keberadaan titik-titik awal tersebut diharapkan menjadi fondasi pengembangan sistem pengolahan sampah berbasis kawasan di Kota Bandung.
Kapasitas Pengolahan Capai 125 Ton per Hari
Jika seluruh fasilitas tahap awal telah beroperasi, kapasitas pengolahan sampah diperkirakan mencapai sekitar 125 ton per hari.
Sebagian mesin dirancang mampu mengolah hingga 10 ton sampah per hari, sedangkan unit lainnya memiliki kapasitas sekitar 5 ton per hari. Kapasitas tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi volume sampah yang selama ini dikirim ke tempat pemrosesan akhir.
Pemerintah menargetkan peningkatan kapasitas pengolahan berlangsung secara bertahap mulai Agustus hingga Oktober 2026.
Menuju Pengelolaan Sampah yang Lebih Berkelanjutan
Penambahan mesin pengolah sampah merupakan bagian dari strategi Kota Bandung dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, terdesentralisasi, dan berkelanjutan. Dengan pengolahan dilakukan lebih dekat ke sumber sampah, biaya transportasi dapat ditekan, beban TPA berkurang, serta peluang pemanfaatan sampah sebagai sumber energi maupun material daur ulang semakin terbuka.
Meski demikian, keberhasilan program ini tetap membutuhkan dukungan masyarakat melalui kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah. Pengurangan sampah dari sumber, pemanfaatan kembali material yang masih bernilai, serta pengolahan sampah organik menjadi kompos akan menjadi pelengkap penting bagi sistem pengelolaan sampah terpadu yang sedang dikembangkan di Kota Bandung.
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




