Berita

Bappenas bakal luncurkan GIFT, targetkan investasi US$ 2 miliar

Kementerian PPN/Bappenas mempertegas komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi hijau di Indonesia melalui peluncuran Green Indonesia Future Initiative (GIFT) pada Kamis, 4 Juni 2026.

Inisiatif ini menandai transisi resmi dari Green Growth Program Fase III (GGP III). Ke depannya, GIFT dirancang sebagai program transformasi hijau lintas generasi yang berfokus pada integrasi elemen regional dan skala program yang masif.

6 Fokus Utama GIFT & Target Investasi

GIFT menargetkan investasi hingga US$ 2 miliar yang akan dialokasikan pada enam sektor strategis demi mendukung transformasi ekonomi rendah karbon:

  1. Investasi hijau
  2. Aksi iklim
  3. Penilaian karbon
  4. Lanskap berkelanjutan
  5. Ekonomi biru dan wilayah pesisir
  6. Pengembangan industri hijau

Latar Belakang: Ancaman Tiga Krisis Lingkungan (Triple Planetary Crisis)

Menurut Direktur Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, Nizhar Marizi, Indonesia saat ini sedang menghadapi tiga krisis lingkungan yang saling memperburuk satu sama lain, yaitu: perubahan iklim, polusi/kerusakan lingkungan, dan hilangnya keanekaragaman hayati (kehati).

Jika tidak segera ditangani, Bappenas memproyeksikan tiga ancaman besar berikut:

  • Lonjakan Kerugian Ekonomi: Dampak perubahan iklim diprediksi meningkat empat kali lipat, dari Rp 469 triliun pada 2025 menjadi Rp 2.005 triliun pada tahun 2029.
  • Krisis Sampah Nasional: Daya tampung Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Nasional diproyeksikan akan penuh pada tahun 2028 atau bisa lebih cepat.
  • Kerusakan Hutan & Kepunahan: Indonesia diprediksi kehilangan 2,47 juta hektar lahan akibat degradasi dan deforestasi pada tahun 2045, yang mengancam kepunahan satwa liar serta hilangnya fungsi ekosistem esensial.

Komitmen Internasional Indonesia: Sebagai bentuk tanggung jawab global, Indonesia terikat pada kesepakatan UNFCCC (terkait perubahan iklim) dan UNCBD (terkait keanekaragaman hayati). Sebagai turunan dari UNCBD, Indonesia telah menyusun dokumen strategi Indonesia Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP) yang berlaku hingga tahun 2045.

Peran GGGI sebagai Mitra Utama: Implementasi di 4 Sektor

Global Green Growth Institute (GGGI), yang diwakili oleh Country Representative untuk Indonesia, Rowan Fraser, bertindak sebagai mitra koordinasi utama GIFT. GGGI akan mendukung pemerintah Indonesia melalui empat sektor kerja nyata:

1. Perkotaan & Industri (Transportasi Berkelanjutan)

  • Proyek Percontohan: Bekerja sama dengan Bappenas, Provinsi Bali, dan dukungan Pemerintah Korea Selatan untuk mengoperasikan bus listrik di Denpasar hingga Kabupaten Badung.
  • Operator: Transportasi ini akan dikelola oleh perusahaan utilitas Trans Sarbagita Bali.

2. Sektor Energi (Transisi Energi Bersih)

  • Aksi Nyata: Mendorong percepatan adopsi energi terbarukan (surya, hidro, angin) untuk menggeser ketergantungan pada bahan bakar fosil.

3. Sektor Darat & Laut (Ekonomi Biru & Tata Kelola Iklim)

  • Aksi Nyata: Rehabilitasi hutan bakau (mangrove) di kawasan pesisir Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur.
  • Dampak Langsung: Mengoptimalkan potensi ekonomi biru (perikanan, rumput laut, lamun) sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal lewat peningkatan hasil tangkapan laut.

4. Investasi & Pasar (Instrumen Pembiayaan Hijau)

  • Aksi Nyata: Mengembangkan berbagai instrumen finansial untuk mendukung transisi hijau, seperti:
    • Penyediaan pinjaman hijau melalui bank-bank domestik untuk proyek energi terbarukan.
    • Fasilitasi pasar dan pembiayaan karbon.
    • Pengembangan kewirausahaan iklim (climate entrepreneurship) untuk menyokong perusahaan rintisan (startup) lokal di sektor hijau, termasuk peluang bisnis kehutanan bersama Kementerian Kehutanan.

sumber:
https://www.cnbcindonesia.com/news/20260602165754-4-739515/bappenas-bakal-luncurkan-gift-targetkan-investasi-us–2-miliar

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO