BNPB Tekankan Penguatan Mitigasi untuk Cegah Bencana Berulang

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan bahwa penguatan mitigasi menjadi kunci utama untuk menekan terjadinya bencana yang berulang di berbagai wilayah Indonesia.
Direktur Sistem Penanggulangan Bencana BNPB, Agus Wibowo, mengatakan bahwa frekuensi bencana yang terus berulang menunjukkan masih perlunya peningkatan upaya pencegahan dan pengurangan risiko secara berkelanjutan.
“Penanggulangan bencana tidak boleh hanya berfokus pada fase tanggap darurat, tetapi harus dimulai sejak tahap perencanaan pembangunan dengan mempertimbangkan risiko kebencanaan,” ujar Agus dalam siaran daring Teropong Bencana yang diikuti di Jakarta, Rabu.
Menurutnya, banjir dan tanah longsor perlu menjadi perhatian utama dalam perencanaan aksi, mengingat kedua bencana tersebut kerap terjadi berulang, khususnya di wilayah daerah aliran sungai dan kawasan lereng perbukitan. Kondisi ini diperparah oleh tata ruang yang belum sepenuhnya berbasis risiko bencana.
Data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB mencatat, dari sekitar 2.900 kejadian bencana sepanjang tahun ini, sebanyak 70 persen didominasi bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung.
Bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November lalu disebut menjadi contoh peristiwa dengan dampak sosial dan ekonomi yang signifikan.
“Jika mitigasi tidak diperkuat, potensi kejadian serupa akan terus berulang, terutama di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi,” kata Agus.
Ia menjelaskan, mitigasi mencakup berbagai upaya, mulai dari penataan ruang berbasis risiko, penguatan infrastruktur, hingga peningkatan kapasitas pemerintah daerah dan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana.
BNPB juga terus mendorong pemerintah daerah untuk menjadikan kajian risiko bencana sebagai dasar utama dalam penyusunan kebijakan pembangunan, termasuk dalam penerbitan izin pemanfaatan ruang.
Selain itu, edukasi dan kesiapsiagaan masyarakat dinilai berperan penting dalam meminimalkan dampak bencana, khususnya di wilayah yang secara historis rawan banjir, longsor, dan cuaca ekstrem.
Agus menambahkan, sistem penanggulangan bencana nasional kini diarahkan untuk lebih menekankan pendekatan pencegahan, sehingga risiko korban jiwa, kerusakan lingkungan, serta dampak sosial ekonomi dapat ditekan.
BNPB berharap, penguatan mitigasi yang dilakukan secara konsisten mampu membangun ketangguhan daerah dan mengurangi risiko bencana berulang di masa mendatang.
https://www.antaranews.com/berita/5320468/bnpb-penguatan-mitigasi-kunci-utama-tekan-bencana-berulang
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




