Berita

FMIPA Universitas Indonesia Edukasi Masyarakat Desa Pahawang tentang Nature-based Solutions untuk Pelestarian Hutan Bakau

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia (UI) aktif melaksanakan program edukasi mengenai Nature-based Solutions (NbS) di Desa Pahawang, Kabupaten Pesawaran, Lampung. Program ini merupakan langkah strategis dalam menjaga kelestarian hutan bakau yang vital bagi ekosistem pesisir dan mitigasi perubahan iklim.

Pengabdian Masyarakat FMIPA UI: Fokus pada Pelestarian Hutan Bakau

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat (Pengmas) FMIPA UI, Dr. Tito Latif Indra, menyampaikan bahwa program ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas lingkungan yang terancam akibat perubahan iklim, abrasi, serta aktivitas antropogenik. Aktivitas-aktivitas tersebut meliputi penebangan hutan bakau secara ilegal, pembuangan limbah, dan pembangunan cottage untuk pariwisata yang tidak ramah lingkungan.

“Nature-based Solutions atau solusi berbasis alam adalah serangkaian tindakan yang memanfaatkan kekuatan alam untuk mengatasi tantangan sosial, lingkungan, dan ekonomi. Di Desa Pahawang, kami fokus pada penanaman mangrove sebagai upaya utama untuk melindungi pantai dari abrasi, melestarikan keanekaragaman hayati, serta meningkatkan keterlibatan dan kesadaran masyarakat dalam upaya konservasi,” ujar Dr. Tito Latif Indra.

Implementasi Nature-based Solutions di Pulau Pahawang

Implementasi NbS di Pulau Pahawang melibatkan beberapa langkah strategis, antara lain:

  1. Konservasi dan Restorasi Lahan Basah Pesisir
    Melalui penanaman mangrove, program ini bertujuan untuk meningkatkan area lahan basah yang berfungsi sebagai penyerap karbon dan pelindung pantai.
  2. Pemulihan Tambak Masyarakat
    Mengembalikan fungsi tambak yang ramah lingkungan untuk mendukung ekosistem lokal serta meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat.
  3. Pembangunan Penangkap Sedimen
    Membentuk jalur hijau sebagai kawasan konservasi yang dapat menangkap sedimen dan mencegah erosi pantai.

Manfaat Mangrove sebagai Blue Carbon Ecosystem

Mangrove sebagai komponen blue carbon ecosystem memiliki peran penting dalam siklus karbon. Kapasitas penyerapan karbon yang tinggi dari mangrove membantu mengurangi emisi gas rumah kaca, sementara akar-akar mangrove melindungi wilayah pesisir dari abrasi dan badai.

“Tingkat penyerapan karbon oleh ekosistem mangrove sangat signifikan. Selain itu, mangrove juga menyediakan habitat bagi lebih dari 25 miliar ikan muda setiap tahunnya dan mendukung 37 spesies laut komersial seperti ikan, kepiting, bivalvia, dan udang,” tambah Dr. Tito Latif Indra.

Edukasi dan Partisipasi Masyarakat dalam Konservasi Mangrove

Program edukasi ini tidak hanya memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang pentingnya ekosistem mangrove, tetapi juga melibatkan mereka langsung dalam kegiatan konservasi. Pada kesempatan tersebut, Tim Pengmas UI bersama warga desa melakukan penanaman 50 bibit bakau di daerah pasang surut menggunakan alat tanam sederhana seperti patok bambu dan tali pengikat.

“Pendidikan dan partisipasi aktif masyarakat adalah kunci keberhasilan program ini. Dengan meningkatnya kesadaran dan keterlibatan mereka, diharapkan hutan bakau di Desa Pahawang dapat terjaga dengan baik dan berkelanjutan,” ujar Dr. Tito Latif Indra.

Apresiasi dan Dukungan dari Desa Pahawang

Sekretaris Desa Pahawang, Aristama, menyampaikan apresiasi atas program ini. Menurutnya, kegiatan penanaman bakau sangat penting untuk menjaga Pulau Pahawang dari ancaman abrasi dan perubahan iklim.

“Kami membutuhkan banyak kegiatan budi daya tanaman mangrove guna menjaga Pulau Pahawang dari ancaman abrasi. Dengan dukungan dari Tim Pengmas UI, kegiatan ini diharapkan mendorong Pulau Pahawang menjadi contoh sukses pengelolaan ekosistem mangrove yang berkelanjutan dan bermanfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.

Tim Pengabdian Masyarakat FMIPA UI

Program Literasi Masyarakat dan Penanaman Mangrove ini dipimpin oleh Dr. Tito Latif Indra, dosen pembimbing lapangan, bersama anggota tim Muhammad Attorik Falnsky dan Bintang Mahakarya Sembahen sebagai asisten dosen. Selain itu, sejumlah mahasiswa aktif turut serta dalam kegiatan ini, termasuk Satrio Rifqi Wicaksono, Azzikri, Ramaditya Dhamara Mukri, Damar Daffa Aulia, Ero Alvaro, Muhammad Haikal Mudzaki, Fajar Ramadhan, dan Sthevi Fahdira.

Dampak Positif Program NbS bagi Lingkungan dan Masyarakat

Dengan terjaganya hutan bakau, warga Desa Pahawang dapat memanfaatkannya sebagai pelindung pesisir dari banjir dan badai, penjaga infrastruktur dan keamanan ekonomi, serta habitat bagi berbagai spesies laut. Selain itu, keberlanjutan ekosistem mangrove juga memberikan manfaat ekonomi melalui peningkatan hasil tangkapan ikan dan komoditas laut lainnya.

Kesimpulan

Program edukasi Nature-based Solutions yang dilaksanakan oleh FMIPA UI di Desa Pahawang merupakan langkah penting dalam upaya pelestarian hutan bakau dan mitigasi perubahan iklim. Dengan melibatkan masyarakat secara aktif, program ini tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain dalam mengimplementasikan solusi berbasis alam untuk menghadapi tantangan lingkungan yang semakin kompleks.

Sumber:

https://www.antaranews.com/berita/4305159/ui-beri-edukasi-jaga-kelestarian-hutan-bakau-di-pahawang

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO