Berita

Kebakaran besar TPA Jatiwaringin picu seruan baru hentikan ‘open dumping’

Kebakaran hebat melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang sejak 30 Juni 2026. Api melalap sekitar 15 hektare dari total 33 hektare area TPA, memaksa lebih dari 200 warga Desa Tanjakan Mekar mengungsi akibat paparan asap beracun.

Setelah pengerjaan intensif dari 300 petugas pemadam, 19 armada darat, serta bantuan bom air (water bombing) dari 3 helikopter, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan api berhasil padam sepenuhnya pada 9 Juli 2026.

Insiden ini kembali memicu desakan nasional untuk mengevaluasi secara menyeluruh tata kelola sampah di Indonesia.

Bahaya Sistem Open Dumping & Potensi Bahaya Tersembunyi

TPA Jatiwaringin yang menampung 1.200 ton sampah per hari—masih menggunakan sistem open dumping (penumpukan sampah terbuka tanpa pemadatan, tanpa penutupan tanah, dan tanpa pengolahan gas).

Kondisi ini menciptakan risiko tinggi kebakaran karena gabungan beberapa faktor:

  • Gas Metana: Proses pembusukan sampah organik menghasilkan gas metana yang sangat mudah terbakar dan terus membara di bawah permukaan.
  • Limbah Berbahaya (B3): Bercampurnya sampah rumah tangga dengan baterai lithium-ion, rokok elektrik, kaleng aerosol, atau elektronik memicu letupan (thermal runaway) yang menyulut api.
  • Cuaca Ekstrem: Musim kemarau yang diperparah fenomena El Nino membuat material sampah mengering dan mempercepat penyerbaran api.

Tantangan Utama: Hambatan Anggaran Daerah

Meskipun sistem open dumping resmi dilarang sejak 2013, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mencatat masih ada 340 dari 550 TPA di Indonesia yang menerapkannya.

Hambatan utama migrasi menuju sistem yang lebih aman (controlled landfill atau sanitary landfill) meliputi:

  1. Minimnya Anggaran: Rata-rata pemerintah daerah hanya mengalokasikan $\le 1\%$ anggaran daerah untuk pengelolaan sampah.
  2. Tinggi Biaya Operasional:
    • Open Dumping: Nyaris tanpa biaya pengelolaan khusus.
    • Controlled Landfill: Membutuhkan estimasi biaya hingga US$10 per ton (butuh pemadatan dan tanah penutup).
    • Sanitary Landfill: Membutuhkan estimasi biaya hingga US$30 per ton (butuh penyaringan air lindi dan penangkapan gas metana).

Penanganan yang Lebih Kompleks dibanding Kebakaran Lahan Gambut

Kebakaran TPA dinilai jauh lebih berbahaya dan sulit ditangani dibandingkan kebakaran lahan gambut karena keberagaman jenis bahan bakarnya:

          [ KOMPOSISI BAHAN BAKAR TPA ]
 ┌──────────────────────┬──────────────────────┐
 │ Sampah Organik       │ Gas Metana (Underground)
 │ Plastik & Karet      │ Baterai & Elektronik (B3)
 │ Tekstil & Kayu       │ Bahan Kimia Rumah Tangga
 └──────────────────────┴──────────────────────┘

Medan TPA yang berupa gunungan sampah terjal setinggi 30 meter serta minimnya akses jalan lebar menjadi kendala teknis bagi armada pemadam kebakaran di lapangan.

Langkah Solusi & Mitigasi Ke Depan

Menteri Lingkungan Hidup Moh. Jumhur Hidayat menargetkan penghentian seluruh praktik open dumping di Indonesia pada akhir tahun ini. Para ahli lingkungan merekomendasikan sejumlah langkah strategis:

1. Penanganan di Tingkat Hulu (Masyarakat & Pemda)

  • Pemisahan Limbah B3: Menyediakan titik pengumpulan khusus untuk baterai, rokok elektrik, dan perangkat elektronik agar tidak masuk ke TPA.
  • Pengurangan Sampah Organik: Memaksimalkan pusat pengomposan dan daur ulang komunitas guna menekan pembentukan gas metana.

2. Kesiapsiagaan di Tingkat Hilir (Pengelola TPA)

  • Deteksi Dini: Menggunakan drone thermal atau kamera inframerah untuk memantau titik panas (hotspot) di bawah timbunan sampah.
  • Infrastruktur Darurat: Menyediakan pasokan air yang memadai di sekitar area TPA, menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) tanggap darurat, dan membagikan masker pelindung bagi warga terdampak.

sumber:
https://www.cna.id/indonesia/kebakaran-tpa-jatiwaringin-open-dumping-indonesia-48756

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO