Keren! siswa di perbatasan NTT menang kompetisi se Asia Pasifik ubah kulit pisang jadi es krim dan pupuk cair
Prestasi Dunia dari Perbatasan: Siswa SMP di NTT Ubah Kulit Pisang Jadi Es Krim dan Pupuk Cair

Inovasi berkelas dunia lahir dari kawasan perbatasan Indonesia–Timor Leste. SMP IL Kapten Fatubaa, sebuah sekolah di Nusa Tenggara Timur (NTT), berhasil mengharumkan nama bangsa setelah menyabet gelar juara utama dalam ajang internasional AIA Healthiest Schools Competition 2026.
Gelar bergengsi tingkat Asia Pasifik ini diraih berkat “Huka Upcycling Project”, yaitu program pengelolaan limbah ramah lingkungan yang mengolah kulit pisang menjadi produk bernilai guna tinggi.
Key Highlights Prestasi & Inovasi
-
Inovasi Produk: Mengolah limbah kulit pisang menjadi es krim, kompos, dan pupuk organik cair.
-
Skala Kemenangan: Mengungguli hampir 1.000 peserta dari 9 negara se-Asia Pasifik.
-
Hadiah Utama: Membawa pulang dana pengembangan senilai USD 40.000 (sekitar Rp600+ juta) untuk mendukung program kesehatan dan keberlanjutan sekolah.
Dampak Nyata Bagi Masyarakat
Meskipun dihadapkan pada keterbatasan fasilitas, keterlibatan aktif para guru dan siswa membuktikan bahwa solusi bernilai tinggi bisa lahir dari masalah sederhana di sekitar kita.
Program Huka Upcycling tidak hanya berhenti di dalam lingkungan sekolah, tetapi juga mengusung kolaborasi lintas sektor yang melibatkan:
-
Orang tua siswa dan warga sekitar
-
Petani lokal
-
Koperasi daerah
Hingga saat ini, inovasi berbasis limbah organik tersebut telah memberi dampak positif bagi lebih dari 1.000 orang sekaligus membuka peluang pemberdayaan ekonomi baru di wilayah perbatasan.
Keterbatasan lokasi dan fasilitas bukanlah penghalang untuk berinovasi. Dari sebuah sekolah di pinggiran perbatasan negara, gagasan sederhana ini kini mendapatkan pengakuan di panggung dunia.
sumber:
https://www.instagram.com/p/Da1yzZsSAGm/?igsh=YzJidzMzODQwa282




