Berita

KLH gandeng kopdes merah putih danai pengelolaan sampah berbasis RDF

KLH Gandeng Koperasi Desa dan Kelurahan (Kopdes) untuk Danai Pengelolaan Sampah

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengambil langkah strategis dengan menggandeng Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih untuk mendanai pengelolaan sampah. Kolaborasi ini bertujuan untuk mempercepat implementasi ekonomi sirkular melalui pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di tingkat kecamatan.

Peran Penting Pendanaan dan Target Nasional

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menjelaskan bahwa Kopdes Merah Putih memiliki akses pendanaan yang kuat melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Akses ini diharapkan dapat mengatasi kendala biaya operasional dan menjamin keberlanjutan pengelolaan sampah di tingkat paling bawah. Dengan menjadikan pengelolaan sampah sebagai unit usaha koperasi, diharapkan akan ada jaminan finansial yang berkelanjutan.

Isu pendanaan ini sangat krusial. Menurut kajian KLH, dibutuhkan Rp300 triliun untuk mentransformasi tempat pemrosesan akhir (TPA) yang masih menggunakan sistem open dumping menjadi sistem yang lebih modern, seperti controlled landfill atau sanitary landfill. Investasi ini diperlukan untuk mencapai target pengelolaan sampah 100% pada tahun 2029, sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Rencana Pembangunan Infrastruktur Sampah

Untuk mencapai target ambisius tersebut, pemerintah merencanakan beberapa proyek besar, di antaranya:

  • Pembangunan Refuse Derived Fuel (RDF) dan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di 33 kota.
  • Pendirian 250 Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).
  • Pembangunan 42.000 TPS3R di seluruh Indonesia.

Kolaborasi dengan Kopdes Merah Putih menjadi kunci untuk merealisasikan pembangunan TPS3R ini. Selain itu, KLH juga berencana menggandeng industri semen untuk memanfaatkan RDF sebagai sumber energi alternatif.

Langkah inovatif ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mengubah sampah yang selama ini menjadi masalah lingkungan menjadi aset bernilai melalui model ekonomi sirkular. Dengan dukungan finansial yang terstruktur, diharapkan pengelolaan sampah di Indonesia dapat lebih efektif dan berkelanjutan.

sumber:

https://www.msn.com/id-id/berita/other/klh-gandeng-kopdes-merah-putih-danai-pengelolaan-sampah-berbasis-rdf/ar-AA1MehqC?ocid=BingNewsVerp

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO