Berita

Krisis Pendanaan Hutan RI Capai Rp80 Triliun per Tahun, WWF Dorong Transformasi Besar

World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia mengusulkan transformasi besar dalam sistem pembiayaan kehutanan di Indonesia. Langkah ini dinilai krusial untuk memperkuat perlindungan hutan sekaligus memastikan target keberlanjutan lingkungan nasional dapat tercapai.

Sustainable Finance Manager WWF Indonesia, Risyad Tri Setiaputra, mengungkapkan bahwa saat ini Indonesia menghadapi kesenjangan pembiayaan sektor kehutanan yang sangat besar, yakni mencapai sekitar 5 miliar dolar AS per tahun atau setara puluhan triliun rupiah.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa pembiayaan yang berpotensi merusak hutan masih jauh lebih besar dibandingkan dana konservasi yang tersedia. Jika tidak segera diperbaiki, target lingkungan nasional akan semakin sulit dicapai,” ujarnya dalam diskusi bertajuk “Menutup Celah Pembiayaan Hutan di Indonesia” di Jakarta.

📊 Ketimpangan Dana: Lebih Banyak Merusak daripada Melestarikan

Berdasarkan kajian WWF bersama Conservation Strategy Fund (CSF), aliran dana positif untuk sektor kehutanan Indonesia hanya mencapai sekitar 244 juta dolar AS per tahun. Sebaliknya, aliran dana negatif—yang berpotensi merusak hutan—mencapai angka fantastis sebesar 3,4 miliar dolar AS, sebagian besar berasal dari sektor swasta berbasis lahan.

Indonesia Country Director CSF, Desta Pratama, menilai ketimpangan ini menjadi sinyal kuat perlunya perubahan arah kebijakan investasi.

“Perlu ada pergeseran investasi menuju kegiatan yang lebih ramah lingkungan dan mengurangi tekanan terhadap kawasan hutan. Ini penting agar pembiayaan benar-benar mendukung keberlanjutan ekosistem dalam jangka panjang,” jelasnya.

💰 Kebutuhan Dana Jauh Lebih Besar dari Ketersediaan

Analisis studi juga menunjukkan bahwa kebutuhan pembiayaan untuk mencapai target kebijakan kehutanan nasional mencapai sekitar 5,3 miliar dolar AS per tahun. Angka ini mempertegas bahwa masih ada celah besar yang harus segera ditutup melalui strategi pembiayaan yang lebih inovatif dan berkelanjutan.

🔄 Solusi: Transformasi Sistem Keuangan Hijau

WWF menekankan bahwa transformasi sistem keuangan menjadi langkah kunci. Beberapa solusi yang diusulkan meliputi:

  • Penguatan instrumen pembiayaan hijau seperti obligasi hijau
  • Pengembangan pasar karbon yang kredibel
  • Peningkatan transparansi dalam sistem pembiayaan
  • Penguatan manajemen risiko lingkungan

Menurut Risyad, langkah-langkah tersebut penting untuk memastikan bahwa investasi yang masuk tidak lagi merusak hutan, melainkan justru memperkuat perlindungan dan keberlanjutan.

🤝 Kolaborasi Jadi Kunci

WWF dan CSF berharap adanya sinergi kuat antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat. Kolaborasi ini dinilai sangat penting untuk mempercepat transformasi sistem pembiayaan kehutanan yang lebih adil dan berkelanjutan.

Dengan perbaikan sistem pembiayaan, Indonesia tidak hanya dapat menjaga kelestarian hutan, tetapi juga mendukung pencapaian target iklim global serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada ekosistem hutan.

https://www.antaranews.com/berita/5517520/wwf-usul-transformasi-pembiayaan-hutan-indonesia-demi-keberlanjutan

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO