Artikel

Mikroplastik ganggu penyerapan karbon di laut dan keseimbangan iklim

Ancaman Mikroplastik: Gangguan pada “Paru-Paru” Laut dan Keseimbangan Iklim

Laut merupakan penyerap karbon (carbon sink) alami terbesar yang membantu memperlambat pemanasan global. Namun, efektivitas ini terancam oleh polusi mikroplastik (partikel plastik berukuran < 5mm). Pakar Ekotoksikologi IPB University, Etty Riani, menjelaskan bahwa mikroplastik mengganggu proses biogeokimia laut melalui beberapa jalur kritis.

1. Penghambatan Fotosintesis Fitoplankton

Fitoplankton adalah organisme mikroskopis di permukaan laut yang menyerap karbon dioksida (CO2) melalui fotosintesis, serupa dengan pohon di daratan.

  • Mekanisme Gangguan: Nanoplastik (partikel yang lebih kecil dari mikroplastik) menempel pada dinding sel fitoplankton.
  • Dampak: Lapisan plastik ini menghalangi penetrasi sinar matahari yang dibutuhkan untuk fotosintesis. Akibatnya, kapasitas penyerapan karbon dari atmosfer menurun drastis.

2. Gangguan pada Pompa Biologis (Marine Snow)

Karbon yang diserap fitoplankton seharusnya turun ke dasar laut untuk disimpan dalam jangka panjang melalui proses yang disebut pompa biologis.

  • Konsumsi Salah Sasaran: Zooplankton (hewan kecil pemakan fitoplankton) sering kali tidak sengaja memakan mikroplastik karena bentuknya yang mirip makanan.
  • Defisit Nutrisi: Mikroplastik tidak memberikan energi, sehingga populasi zooplankton menurun dan siklus reproduksinya terganggu.
  • Marine Snow yang Terkontaminasi: Kotoran dan bangkai zooplankton yang dikenal sebagai marine snow menjadi kurang padat atau terkontaminasi, sehingga proses “penguncian” karbon di dasar laut menjadi tidak efisien.

3. Mikroplastik sebagai Vektor Bahan Berbahaya (B3)

Mikroplastik memiliki sifat fisik yang mampu mengikat zat kimia beracun di perairan.

  • Akumulasi Logam Berat: Zat berbahaya seperti logam berat menempel pada mikroplastik dan masuk ke dalam jaringan tubuh organisme laut (bioakumulasi).
  • Kerusakan Fisiologis: Hal ini menyebabkan gangguan kesehatan pada biota laut secara umum, menurunkan populasi mereka, dan pada akhirnya melemahkan ketahanan ekosistem laut dalam menyimpan karbon.

Strategi Mitigasi dan Solusi Berkelanjutan

Etty Riani menekankan bahwa solusi tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melalui pendekatan hulu ke hilir:

  • Pengurangan di Sumber: Melarang plastik sekali pakai dan penggunaan microbeads pada produk kosmetik.
  • Ekonomi Sirkular: Mengubah paradigma limbah plastik menjadi komoditas bernilai ekonomi melalui penguatan sistem 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
  • Edukasi Multigenerasi: Menanamkan kesadaran lingkungan mulai dari usia dini hingga pendidikan tinggi.
  • Sinergi Kebijakan: Implementasi hukum yang konsisten dan pemantauan lintas instansi terhadap kualitas perairan Indonesia secara berkala.

Laut yang sehat adalah kunci kestabilan iklim. Melawan polusi mikroplastik bukan sekadar menyelamatkan ikan, melainkan menjaga mekanisme bumi dalam menyerap emisi karbon manusia.

sumber:
https://www.ekuatorial.com/2026/01/mikroplastik-ganggu-penyerapan-karbon-di-laut-dan-keseimbangan-iklim/?utm_source=substack&utm_medium=email

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO