Pemprov Kaltim Gandeng Enam Perusahaan untuk Lestarikan Biodiversitas Wehea–Kelay

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Timur bersama Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) menggandeng enam perusahaan konsesi dalam upaya pelestarian keanekaragaman hayati di bentang alam Wehea–Kelay, yang mencakup wilayah Kabupaten Kutai Timur hingga Kabupaten Berau.
Kepala DLH Kaltim, Joko Istanto, menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sebelumnya telah menetapkan kawasan Wehea–Kelay sebagai Kawasan Ekosistem Esensial (KEE). Penetapan tersebut dilakukan karena kawasan ini memiliki nilai biodiversitas yang tinggi, termasuk menjadi habitat penting bagi Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus).
Saat ini, bentang alam Wehea–Kelay dikelola oleh 23 pemangku kepentingan yang terdiri dari pemerintah, perusahaan, akademisi, hingga mitra pembangunan.
Enam perusahaan yang menandatangani komitmen bersama dalam pengelolaan hutan berkelanjutan di kawasan tersebut adalah:
- PT Gunung Gajah Abadi
- PT Karya Lestari
- PT Utama Damai Indah Timber
- PT Aditya Kirana Makmur
- PT Wana Bakti Persada Utama
- PT Amindo Wana Persada
Penandatanganan komitmen ini disaksikan langsung oleh Joko Istanto selaku Ketua Forum Bentang Alam Wehea–Kelay, Dekan Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Tropis Universitas Mulawarman Prof Dr Irawan Wijaya Kusuma, serta jajaran pimpinan YKAN.
Keenam perusahaan tersebut merupakan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan di Hutan Alam (PBPH-HA) di Kalimantan Timur. Kolaborasi ini dilakukan untuk memperkuat pengelolaan hutan berkelanjutan melalui pendekatan Multi Usaha Kehutanan (MUK).
Menurut Joko Istanto, langkah ini bertujuan menekan laju deforestasi, meningkatkan mitigasi bencana, serta menjaga keberlanjutan keanekaragaman hayati di salah satu lanskap hutan alam terpenting di Kalimantan Timur.
Ia menambahkan bahwa komitmen ini penting mengingat luas konsesi hutan di Indonesia dalam tiga dekade terakhir terus menyusut drastis, dari lebih dari 60 juta hektare pada 1993 menjadi kurang dari 19,3 juta hektare pada 2017. Penyusutan tersebut memperbesar tekanan terhadap hutan yang tersisa, termasuk ancaman deforestasi ilegal dan degradasi lingkungan.
Sementara itu, Direktur Eksekutif YKAN Herlina Hartanto menyatakan bahwa komitmen enam perusahaan ini menjadi langkah awal untuk pengembangan MUK dalam skala bentang alam. Ke depan, strategi kolaboratif akan diuji untuk memperkuat kerja sama antar-konsesi, antar-desa, serta kolaborasi multipihak lainnya.
Melalui pendekatan ini, diharapkan bentang alam Wehea–Kelay dapat menjadi contoh pengelolaan terpadu yang mampu menyeimbangkan kepentingan ekonomi, ekologis, iklim, dan sosial, khususnya bagi Kalimantan Timur.
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




