Pemprov Papua Pegunungan Kaji Dampak Lingkungan Pembangunan Jembatan Timbang di Yalimo

Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan, dan Pertanahan (DLHKP) Provinsi Papua Pegunungan saat ini tengah mengkaji dampak lingkungan dari rencana pembangunan jembatan timbang di Distrik Benawa, Kabupaten Yalimo.
Kepala DLHKP Papua Pegunungan, Rumbin Yulahap, menjelaskan bahwa pihaknya dilibatkan dalam proses ini untuk memastikan pembangunan tidak merugikan masyarakat dari aspek lingkungan.
“Kami ikut mengkaji proyek ini karena berkaitan langsung dengan dampak lingkungan ketika pembangunan dilakukan,” ujar Rumbin di Wamena, Minggu (31/8).
Menurutnya, kepemimpinan Gubernur John Tabo dan Wakil Gubernur Ones Pahabol sangat menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dalam setiap pembangunan.
“Sebagai OPD teknis, kami wajib menjalankan visi misi pemerintah agar setiap pembangunan tidak merusak alam,” tambahnya.
Kajian Lingkungan Jadi Prioritas
Rumbin menegaskan bahwa Kajian Lingkungan Hidup (KLH) merupakan instrumen penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya di Papua Pegunungan. Kajian ini mencakup berbagai aspek, termasuk dampak terhadap hutan dan ekosistem.
“Kami berharap pembangunan ini tidak merusak hutan yang merupakan warisan untuk anak cucu masyarakat Papua,” katanya.
DLHKP juga berharap proyek tersebut dilakukan dengan konsep ramah lingkungan agar tidak menimbulkan persoalan baru di masyarakat.
“Kami mendukung pembangunan jembatan timbang yang ramah lingkungan, sekaligus dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Papua Pegunungan,” tegas Rumbin.
Lokasi Pembangunan
Rencana pembangunan jembatan timbang akan dilakukan di atas lahan seluas sekitar 800 meter persegi, yang berada di jalur utama Trans Jayapura-Wamena.
📌 Sumber berita lengkap: Antara News
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




