Pengelolaan Sampah Organik di Kota Bandung Dibagi Jadi 3 Kategori Ini

Bandung – Pemerintah Kota Bandung terus memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui berbagai inovasi di tingkat kelurahan. Salah satu contoh penerapannya berada di Kelurahan Pasirlayung, yang berhasil mengembangkan pengelolaan sampah organik terpadu dengan melibatkan warga, rumah maggot, peternakan ayam, dan bank sampah.
Program ini menjadi bagian dari upaya mengurangi volume sampah yang dikirim ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) sekaligus meningkatkan pemanfaatan kembali limbah rumah tangga menjadi produk yang bernilai.
Sampah Organik Diolah Langsung di Tingkat Kelurahan
Pengelolaan sampah organik di Pasirlayung dilakukan melalui beberapa titik pengolahan yang tersebar di berbagai wilayah, antara lain:
- RW 02
- Kantor Kelurahan Pasirlayung
- RW 06 (kawasan Saung Angklung Udjo)
- RW 08
- RW 12
- RW 13 Perumahan Bumi Asri
Di lokasi-lokasi tersebut, sampah organik rumah tangga diolah menggunakan sistem budidaya maggot dan peternakan ayam terpadu, sehingga limbah organik tidak lagi menjadi beban lingkungan.
Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan Kelurahan Pasirlayung, Nani Mulyani, mengatakan bahwa sebagian besar sampah organik kini dapat diselesaikan langsung di wilayah kelurahan.
“Alhamdulillah di Kelurahan Pasirlayung kami sudah berupaya mengelola sampah sebaik-baiknya. Sampah organik sudah dapat kami tuntaskan di wilayah sehingga tidak lagi dibuang ke TPS,” ujarnya.
Maggot dan Ternak Ayam Jadi Solusi Pengolahan Sampah
Setiap hari, petugas pengangkut sampah mengumpulkan sampah organik dari rumah-rumah warga dan mendistribusikannya ke rumah maggot maupun kandang ayam.
Larva lalat tentara hitam (Black Soldier Fly atau BSF) memanfaatkan limbah organik sebagai sumber pakan. Hasil budidaya maggot kemudian dapat dimanfaatkan sebagai pakan ikan maupun unggas, sementara sebagian limbah organik lainnya dimanfaatkan sebagai pakan ternak ayam.
Pendekatan ini tidak hanya mengurangi timbulan sampah, tetapi juga menghasilkan nilai ekonomi melalui pemanfaatan produk hasil budidaya.
Sampah Anorganik Dikelola Melalui Bank Sampah
Selain mengelola sampah organik, Kelurahan Pasirlayung juga memperkuat pengelolaan sampah anorganik melalui 13 Bank Sampah Unit yang tersebar di seluruh wilayah kelurahan.
Masyarakat memilah sampah yang masih memiliki nilai ekonomis, kemudian sampah tersebut ditimbang dan disalurkan ke Bank Sampah Induk melalui kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung.
Sistem ini mendorong peningkatan tingkat daur ulang sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Didukung Berbagai Fasilitas Pengolahan
Untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah, Kelurahan Pasirlayung juga melengkapi sistemnya dengan berbagai fasilitas pendukung, antara lain:
- Ground tank untuk pengelolaan limbah.
- Rumah budidaya maggot.
- Fasilitas pembuatan kompos.
- Instalasi produksi pupuk organik cair.
- Insinerator untuk penanganan jenis sampah tertentu sesuai ketentuan yang berlaku.
Keberadaan fasilitas tersebut menjadikan pengelolaan sampah berlangsung secara lebih terpadu dari proses pemilahan hingga pemanfaatan kembali.
Model Ekonomi Sirkular di Tingkat Kelurahan
Keberhasilan Kelurahan Pasirlayung menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dapat dilakukan secara efektif melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai komunitas lokal. Dengan mengolah sampah organik menjadi pakan maggot, pakan ternak, kompos, serta pupuk organik, limbah rumah tangga dapat diubah menjadi sumber daya yang bernilai.
Model ini sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular, yaitu memanfaatkan kembali sumber daya agar tidak berakhir sebagai sampah. Selain mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA), pendekatan tersebut juga membantu menekan emisi gas rumah kaca dari sampah organik, meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah, serta menciptakan peluang ekonomi baru di tingkat komunitas.
Melalui penguatan sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat seperti di Pasirlayung, Kota Bandung menunjukkan bahwa penyelesaian persoalan sampah dapat dimulai dari lingkungan terkecil dengan kolaborasi dan inovasi yang berkelanjutan.
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




