Berita

Inggris Kucurkan Dana Rp 116 Miliar Dukung Indonesia Capai Target Folu Net Sink 2030

Dalam upaya mempercepat pencapaian target Folu Net Sink 2030, pemerintah Inggris memberikan dukungan pendanaan sebesar 7,27 juta dolar AS atau sekitar Rp 116 miliar kepada Indonesia. Dana tersebut disalurkan melalui proyek Sustainable Landscape Investment Partnership in Indonesia atau Kemitraan Investasi pada Bentang Alam Berkelanjutan (KIBAR).

KIBAR merupakan program strategis yang bertujuan menekan laju deforestasi dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan. Proyek ini didanai oleh United Kingdom Foreign, Commonwealth & Development Office (UK FCDO) melalui skema hibah, dan dijalankan bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) serta Global Green Growth Institute (GGGI).

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan bahwa fokus utama proyek KIBAR adalah memperkuat implementasi Perhutanan Sosial, sebuah instrumen penting dalam pengelolaan hutan secara berkelanjutan.

“Kemitraan ini akan memperkuat ekonomi lokal melalui peningkatan produktivitas, pengembangan bisnis berbasis hutan, serta penguatan kelembagaan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial,” ungkap Raja Juli pada Kamis (8/5/2025).

Sementara itu, Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, menegaskan komitmen negaranya dalam mendukung strategi Indonesia menuju pembangunan hijau.

“Kami bangga dapat membantu mempercepat praktik berkelanjutan yang melindungi hutan Indonesia dan mendukung pertumbuhan ekonomi hijau. Perhutanan Sosial adalah pilar penting untuk mencapai keadilan iklim dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Program KIBAR dirancang untuk mendorong percepatan implementasi Pengembangan Kawasan Terpadu (Integrated Area Development) yang mencakup tujuh provinsi prioritas, yaitu: Aceh, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Timur, dan Kalimantan Timur.

Menariknya, Yogyakarta menjadi salah satu daerah yang difokuskan dalam proyek ini karena keberhasilannya dalam pengelolaan hutan berbasis masyarakat. Melalui pendekatan Integrated Forest Farming Development, DIY akan mengembangkan konsep Wana Tematik seperti Wana Boga, Wana Husada, Wana Kriya, dan Wana Wisata, yang diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan serta menggerakkan ekonomi lokal.

Di sisi lain, Direktur Utama BPDLH, Joko Tri Haryanto, menyebut bahwa pengembangan mekanisme pembiayaan campuran (blended finance), seperti Fasilitas Dana Bergulir, sangat krusial untuk memastikan keberlanjutan pendanaan sektor kehutanan.

“Pendanaan berbasis modal alam memiliki potensi besar untuk mendukung pembiayaan iklim, terutama pada skala usaha masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan,” jelas Joko.

Melalui kolaborasi internasional ini, Indonesia berharap dapat memperkuat perlindungan hutan sekaligus membuka jalan bagi masa depan ekonomi yang lebih hijau dan berkeadilan.


Sumber: Kompas.com, “RI Dapat Kucuran Dana Rp 116 Miliar dari Inggris untuk Proyek Folu Net Sink”

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO