Berita

Pramono tinjau fasilitas pengolahan sampah di Ciangir pekan depan

Persoalan sampah masih menjadi tantangan besar bagi Jakarta. Setiap hari, ribuan ton sampah dihasilkan dari rumah tangga, pasar, kawasan komersial, hingga sektor perhotelan dan restoran. Untuk mengurangi ketergantungan terhadap Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mencari berbagai alternatif pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah meninjau fasilitas pengolahan sampah di Ciangir, Tangerang. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, dijadwalkan mengunjungi lokasi tersebut untuk melihat secara langsung proses pengolahan sampah yang telah dipilah, termasuk pengolahan sampah organik menjadi kompos.

Ciangir Berpotensi Menjadi Model Pengelolaan Sampah Baru

Menurut Pramono, sistem pengolahan sampah yang diterapkan di Ciangir dapat menjadi salah satu alternatif dalam pengelolaan sampah Jakarta di masa depan. Fasilitas tersebut mengedepankan pemilahan sampah sejak awal sehingga material yang masih memiliki nilai guna dapat dimanfaatkan kembali.

Sampah organik, misalnya, dapat diolah menjadi kompos yang bermanfaat bagi sektor pertanian dan penghijauan. Sementara itu, sampah lainnya dapat diproses sesuai karakteristiknya untuk mengurangi jumlah residu yang berakhir di tempat pembuangan akhir.

Pendekatan ini sejalan dengan konsep ekonomi sirkular yang mendorong pemanfaatan kembali sumber daya dan meminimalkan limbah yang terbuang ke lingkungan.

Mengurangi Ketergantungan pada Bantar Gebang

Selama bertahun-tahun, TPST Bantar Gebang menjadi lokasi utama penampungan sampah dari Jakarta. Namun, meningkatnya volume sampah membuat pemerintah perlu mencari solusi yang lebih berkelanjutan.

Pemprov DKI kini mulai mendorong pengelolaan sampah dari sumbernya, baik di tingkat rumah tangga, pasar tradisional, pusat perbelanjaan, maupun sektor hotel, restoran, dan kafe (horeka). Strategi ini bertujuan untuk mengurangi jumlah sampah yang harus diangkut dan dibuang ke Bantar Gebang setiap harinya.

Semakin banyak sampah yang dapat diolah di lokasi asalnya, semakin kecil pula beban yang harus ditanggung fasilitas pengolahan dan tempat pembuangan akhir.

Dorong Pengembangan Waste to Fuel

Selain pengolahan sampah organik dan daur ulang, Pemprov DKI Jakarta juga tengah menyiapkan kerja sama dalam pengembangan teknologi waste to fuel atau pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif.

Program ini diharapkan dapat mendukung pengelolaan sampah di Bantar Gebang maupun fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan. Teknologi tersebut memungkinkan sebagian jenis sampah diubah menjadi sumber energi yang memiliki nilai ekonomi sekaligus membantu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan.

Operasional RDF Rorotan Semakin Baik

Pramono juga menyampaikan bahwa operasional RDF Rorotan kini berjalan lebih baik dibandingkan sebelumnya. Pemerintah membatasi jumlah sampah yang masuk agar tidak menimbulkan gangguan bau yang sempat dikeluhkan masyarakat sekitar.

Langkah pengendalian tersebut dinilai efektif karena keluhan warga terkait bau dari fasilitas RDF Rorotan kini berkurang secara signifikan.

Perbaikan tata kelola ini menjadi penting untuk memastikan bahwa fasilitas pengolahan sampah modern dapat beroperasi tanpa menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan maupun masyarakat sekitar.

Kolaborasi Menjadi Kunci

Dalam upaya mengurangi volume sampah Jakarta, Pemprov DKI membuka peluang bagi berbagai pihak untuk terlibat dalam pengelolaan sampah langsung dari sumbernya. Pemerintah memberikan dukungan bagi inisiatif pengolahan sampah di lingkungan perumahan, pasar, kawasan bisnis, hingga sektor horeka.

Kebijakan ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi antara masyarakat, dunia usaha, komunitas, dan sektor swasta.

Menuju Jakarta yang Lebih Bersih dan Berkelanjutan

Pengembangan fasilitas pengolahan sampah seperti di Ciangir, optimalisasi RDF Rorotan, serta pemanfaatan teknologi waste to fuel menjadi bagian dari transformasi sistem pengelolaan sampah Jakarta. Fokus utama yang kini dikedepankan adalah mengolah sampah sedekat mungkin dengan sumbernya sehingga volume sampah yang harus dibuang ke TPST dapat terus berkurang.

Jika strategi ini berjalan konsisten, Jakarta memiliki peluang untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, ramah lingkungan, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung target pengurangan sampah nasional di masa mendatang.

https://www.antaranews.com/berita/5595461/pramono-tinjau-fasilitaspengolahan-sampah-di-ciangir-pekan-depan

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO