Seperempat Spesies Air Tawar Terancam Punah Akibat Kerusakan Lingkungan

Kerusakan lingkungan terus menjadi ancaman besar bagi keanekaragaman hayati, terutama spesies yang bergantung pada ekosistem air tawar. Temuan baru yang dipublikasikan dalam jurnal Nature pada 8 Januari 2025, menunjukkan bahwa seperempat spesies hewan air tawar, seperti capung, ikan, kepiting, dan lainnya, kini terancam punah. Penelitian ini mencakup sekitar 23.500 spesies dan menjadi pengingat pentingnya melindungi ekosistem air tawar.
Menurut Patricia Charvet dari Federal University of Ceara, Brasil, sungai besar seperti Amazon terlihat kuat secara fisik, namun sangat rapuh terhadap berbagai ancaman. “Habitat air tawar sangatlah rentan,” ungkap Charvet, seperti dilaporkan oleh Euronews, Jumat (10/1/2025).
Tiga Klasifikasi Risiko Kepunahan
Studi ini membagi ancaman terhadap spesies air tawar menjadi tiga kategori: rentan, terancam punah, dan sangat terancam punah. Ancaman tersebut meliputi polusi, kehadiran bendungan, ekstraksi air untuk kebutuhan manusia, aktivitas pertanian, spesies invasif, serta dampak perubahan iklim.
Catherine Sayer dari International Union for Conservation of Nature (IUCN) menjelaskan bahwa meskipun habitat air tawar seperti sungai, danau, kolam, aliran sungai, rawa, dan lahan basah hanya mencakup 1 persen dari permukaan Bumi, habitat ini mendukung 10 persen spesies hewan di dunia. “Sayangnya, kebanyakan spesies menghadapi banyak ancaman sekaligus,” kata Sayer.
Ekosistem yang Rentan
Charvet memberikan contoh ancaman terhadap Sungai Amazon yang menghadapi penggundulan hutan, kebakaran, dan penambangan emas ilegal. Kebakaran hutan, misalnya, mencemari sungai dengan abu, sementara penambangan ilegal mencemarkan air dengan merkuri. “Jika terjadi sesuatu yang salah, seperti tumpahan asam atau minyak, seluruh spesies bisa terancam. Tidak ada tempat bagi hewan-hewan ini untuk kabur,” tambah Charvet.
Studi ini juga mencatat bahwa hampir setiap sungai besar di Amerika Utara dan Eropa telah dimodifikasi dengan bendungan, yang menyebabkan risiko tinggi bagi spesies air tawar. Stuart Pimm, ahli ekologi dari Duke University yang tidak terlibat dalam penelitian ini, menyebut studi tersebut sebagai penelitian yang sangat penting dan telah lama dinantikan.
Pentingnya Perlindungan Ekosistem Air Tawar
Penelitian ini menjadi yang pertama menganalisis risiko global terhadap spesies air tawar, setelah sebelumnya studi lebih banyak berfokus pada spesies darat, seperti mamalia, burung, dan reptil. Hasil temuan ini mempertegas pentingnya perlindungan ekosistem air tawar dalam upaya menjaga keberlanjutan lingkungan.
Upaya untuk mengurangi ancaman, termasuk pengelolaan polusi, pembatasan pembangunan bendungan, serta penghentian aktivitas ilegal seperti penambangan emas, sangat diperlukan untuk melindungi spesies yang hidup di habitat air tawar.
Mari bersama menjaga keanekaragaman hayati dan kelestarian lingkungan demi masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.
Sumber:
Artikel ini berdasarkan berita yang telah tayang di Kompas.com:
“Seperempat Spesies Air Tawar Terancam Punah karena Kerusakan Lingkungan”.
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




