Stok Ikan di Laut Jawa Anjlok Akibat Kerusakan Ekosistem dan Sampah Plastik

Pakar Kelautan IPB University, Yonvitner, mengungkapkan bahwa stok ikan di Laut Jawa mengalami penurunan drastis. Kondisi ini memprihatinkan karena menunjukkan semakin parahnya degradasi ekosistem laut di kawasan tersebut.
Menurut Yonvitner, penurunan stok ikan berkaitan erat dengan menurunnya kualitas lingkungan yang dipicu oleh berbagai persoalan, seperti penurunan tanah (subsidence) di pesisir, pencemaran plastik, kekeruhan perairan, dan buruknya kualitas air di Teluk Jakarta. Faktor lain yang memperburuk situasi adalah tingginya tekanan akibat aktivitas perikanan.
“Penurunan kualitas lingkungan menjadi penyebab utama kerusakan habitat laut. Selain itu, tekanan karena kegiatan perikanan juga tergolong tinggi,” jelasnya, dikutip dari laman IPB University, Kamis (21/8).
Habitat Laut dalam Kondisi Buruk
Hasil kajian Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB menunjukkan kualitas terumbu karang di Laut Jawa berada dalam kategori buruk dengan tutupan hanya 25 persen. Pada kondisi ini, kepadatan ikan jauh lebih rendah dibandingkan terumbu karang sehat yang tutupannya di atas 50 persen.
Selain terumbu karang, ekosistem mangrove juga mengalami penurunan daya dukung. Temuan ini sejalan dengan pernyataan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang menyebutkan bahwa kerusakan terumbu karang, hilangnya mangrove, dan sampah laut merupakan penyebab utama turunnya hasil tangkapan ikan di Laut Jawa.
Langkah yang Harus Dilakukan
Yonvitner menekankan pentingnya langkah strategis untuk memulihkan ekosistem laut. “Langkah yang harus dilakukan adalah memperbaiki ekosistem, menyiapkan tata kelola pesisir yang baik, serta mengurangi masukan sumber pencemar, baik yang terlarut di perairan maupun yang padat seperti plastik,” ujarnya.
Sejak 2013, IPB melalui PKSPL telah melakukan berbagai program pemulihan, antara lain transplantasi terumbu karang di Pulau Seribu, penanaman mangrove di Karawang, dan kajian kerentanan pesisir di Pekalongan dan Jawa Tengah.
Dengan dukungan semua pihak, Yonvitner optimistis pemulihan Laut Jawa memungkinkan dilakukan. Upaya ini harus segera dimulai karena produktivitas Laut Jawa sangat penting untuk keberlangsungan hidup nelayan dan ekosistem nasional.
Sumber: Detik
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.



