Berita

TPA Cipayung sudah overload, Pemkot Depok kebut pembangunan RDF Plant

Kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung semakin kritis setelah melampaui kapasitas penampungan (overload) sejak 2018. Guna mengatasi krisis ini sekaligus menghentikan sistem pembuangan terbuka (open dumping) yang memicu risiko kebakaran, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mempercepat rencana pembangunan fasilitas pengolahan sampah Refuse Derived Fuel (RDF) Plant.

Gambaran Darurat TPA Cipayung

  • Status Administratif: TPA Cipayung sebenarnya sudah ditutup secara resmi oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Namun, Pemkot Depok masih diberi diskresi waktu teknis untuk membangun fasilitas pengolahan sampah di lokasi tersebut.
  • Timbunan Eksisting: Gunung sampah di TPA Cipayung telah mencapai ~2,9 juta ton.
  • Volume Sampah Masuk: Menerima 900 hingga 1.300 ton sampah per hari, padahal lokasi ini merupakan satu-satunya TPA yang dimiliki Kota Depok.

Solusi Sektor Hilir: Pembangunan RDF Plant & Proyek PLTSa

Untuk mengolah sampah yang masuk di area hilir, Pemkot Depok telah menyiapkan dua langkah penanganan berbasis teknologi:

  1. Pembangunan RDF Plant Cipayung
    • Kapasitas Pengolahan: Didesain mampu mengolah 500 hingga 1.000 ton sampah per hari menjadi bahan bakar turunan (RDF).
    • Status Saat Ini: Rencana pembangunan tengah diajukan ke DPRD Kota Depok untuk memperoleh persetujuan resmi agar pengerjaan dapat dipercepat.
  2. Proyek Waste to Energy (PLTSa Regional)
    • Pemkot Depok telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk bergabung dalam proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Regional Bogor (Batch 2).
    • Target Konstruksi: Diharapkan dapat mulai dibangun pada akhir tahun 2026 atau awal tahun 2027.

Solusi Sektor Hulu: Penghentian Pengangkutan Sampah Organik

Selain membenahi fasilitas hilir, Pemkot Depok memperkuat tata kelola sampah dari tingkat hulu atau sumbernya.

  • Pemilahan Tingkat Masyarakat: Mendorong kesadaran warga memilah sampah dari rumah.
  • Pengolahan Mandiri Sampah Organik: Pemkot menyusun skema agar sampah organik diselesaikan di tingkat lingkungan/komunitas, sehingga tidak ada lagi sampah organik yang diangkut ke TPA Cipayung.

“Secara administratif TPA ini sebenarnya sudah ditutup plang oleh Kementerian Lingkungan Hidup, tapi kami diberi waktu secara teknis untuk membangun pengolahan sampah di sini. Kami terus upayakan penanganan dari hulu hingga hilir,” tegas Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah.

sumber:

https://megapolitan.kompas.com/read/2026/07/17/17055661/tpa-cipayung-sudah-overload-pemkot-depok-kebut-pembangunan-rdf-plant?source=bacajuga&engine=C

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO