Udara Jakarta Terburuk di Dunia Minggu Pagi, Warga Diminta Waspada

Kualitas udara di Jakarta pada Minggu pagi tercatat dalam kategori tidak sehat dan menjadi yang terburuk di dunia. Berdasarkan data dari IQAir pada pukul 06.00 WIB, indeks kualitas udara (AQI) Jakarta mencapai angka 182.
Konsentrasi partikel halus PM2.5 tercatat berada di angka 100 mikrogram per meter kubik, jauh di atas ambang batas aman. Kondisi ini berpotensi membahayakan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan.
Masyarakat pun diimbau untuk membatasi aktivitas di luar ruangan serta menggunakan masker guna mengurangi paparan polusi udara.
Secara global, Jakarta menempati posisi pertama sebagai kota dengan kualitas udara terburuk, diikuti oleh Dhaka dengan indeks 153, Lahore di angka 135, dan Baghdad di angka 134.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan langkah cepat untuk mengantisipasi peningkatan pencemaran udara selama musim kemarau yang diperkirakan berlangsung mulai awal Mei hingga Agustus.
Upaya tersebut mencakup peningkatan sistem pemantauan kualitas udara serta penguatan uji emisi kendaraan bermotor. Selain itu, Pemprov juga tengah mengevaluasi Strategi Pengendalian Pencemaran Udara (SPPU) dari berbagai aspek, termasuk tren PM2.5, kontribusi emisi dari tiap sektor, hingga dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.
Pemprov menegaskan bahwa pengendalian polusi udara tidak dapat dilakukan secara parsial oleh satu wilayah saja. Diperlukan kolaborasi lintas daerah dan sinergi antarinstansi untuk menghasilkan penanganan yang efektif dan berkelanjutan.
https://www.antaranews.com/berita/5551769/kualitas-udara-jakarta-terburuk-di-dunia-pada-minggu-pagi
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




