Berita

UNICEF Jadikan SMPN 9 Banda Aceh Percontohan Sekolah Ramah Sanitasi dan Tahan Iklim di Aceh

SMP Negeri 9 Banda Aceh resmi ditetapkan sebagai sekolah percontohan dalam penerapan program Water, Sanitation and Hygiene (WASH) yang aman, inklusif, dan berketahanan iklim oleh UNICEF Indonesia. Program ini diharapkan menjadi model pengembangan fasilitas air bersih dan sanitasi yang dapat direplikasi di berbagai sekolah di Aceh.

WASH Specialist UNICEF Indonesia, Muhammad Zainal, menjelaskan bahwa tujuan utama program ini bukan sekadar membangun fasilitas di satu sekolah, melainkan menciptakan contoh praktik terbaik yang dapat diadopsi oleh pemerintah daerah secara lebih luas.

“UNICEF hanya membangun model agar dapat ditiru oleh pemerintah. Kami mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Banda Aceh yang siap mengembangkan program ini ke sekolah-sekolah lainnya,” ujar Zainal di Banda Aceh.

Program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara UNICEF Indonesia, Yayasan Aceh Hijau, Pemerintah Kota Banda Aceh, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Wings Group Indonesia.

Fasilitas Sanitasi Modern dan Ramah Lingkungan

Melalui program WASH, SMP Negeri 9 Banda Aceh kini memiliki berbagai fasilitas pendukung kesehatan dan kebersihan, di antaranya:

  • Toilet ramah disabilitas.
  • Toilet khusus siswi yang dilengkapi fasilitas pendukung kebersihan.
  • Instalasi Reverse Osmosis (RO) yang menyediakan air minum layak konsumsi langsung di sekolah.

Selain meningkatkan kualitas sanitasi, keberadaan instalasi air minum ini juga mendukung upaya pengurangan sampah plastik. Para siswa cukup membawa botol minum dari rumah untuk mengisi ulang air minum di sekolah tanpa harus membeli air kemasan sekali pakai.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menilai program ini tidak hanya meningkatkan kualitas fasilitas sekolah, tetapi juga membangun budaya hidup bersih dan sehat sejak dini.

“Anak-anak cukup membawa botol minum dari rumah untuk mengisi ulang air minum di sekolah. Program ini mendukung kebiasaan hidup bersih dan sehat sekaligus mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai,” katanya.

Fokus pada Keberlanjutan Pengelolaan

Menurut Muhammad Zainal, salah satu tantangan terbesar dalam pengelolaan fasilitas air dan sanitasi di sekolah adalah aspek pemeliharaan. Oleh karena itu, UNICEF juga memberikan pelatihan kepada pihak sekolah untuk menghitung kebutuhan biaya operasional dan perawatan fasilitas, termasuk memanfaatkan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Saat ini, Indonesia telah memiliki sekitar 70 sekolah model WASH yang tersebar di Aceh, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Papua sebagai contoh penerapan sanitasi sekolah yang berkelanjutan.

Sekolah Siapkan Petugas Khusus

Kepala SMP Negeri 9 Banda Aceh, Nurdin, menyampaikan bahwa fasilitas toilet baru dan instalasi Water RO memberikan manfaat besar bagi seluruh warga sekolah, terutama dalam menyediakan akses air minum yang aman bagi para siswa.

Untuk memastikan fasilitas tetap berfungsi dengan baik dalam jangka panjang, sekolah telah menunjuk satu petugas khusus yang bertanggung jawab terhadap pengoperasian dan perawatan instalasi Water RO.

“Kami menugaskan satu orang khusus untuk menjaga dan merawat fasilitas Water RO agar dapat terus dimanfaatkan oleh siswa dalam jangka panjang,” ujar Nurdin.

Dengan hadirnya sekolah percontohan WASH ini, Banda Aceh diharapkan menjadi pionir dalam menghadirkan lingkungan belajar yang lebih sehat, inklusif, ramah lingkungan, dan tangguh menghadapi perubahan iklim, sekaligus menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Indonesia.

https://www.antaranews.com/berita/5650488/unicef-jadikan-smpn-9-banda-aceh-sekolah-percontohan-program-wash

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO