Tokoh

26 Tahun Menghijaukan Lahan Bekas Tambang, Duha Juhaeri Ubah Tanah Tandus Jadi Sumber Kehidupan

Selama lebih dari seperempat abad, Duha Juhaeri menunjukkan bahwa kerusakan lingkungan bukanlah akhir dari sebuah cerita. Di kaki Gunung Tampomas, Sumedang, ia merawat lahan bekas tambang pasir yang sebelumnya tandus dan nyaris kehilangan daya dukungnya.

Perjalanan itu dimulai 26 tahun lalu. Tanpa bayaran, tanpa fasilitas khusus, dan tanpa menunggu penghargaan, Duha terus menanam pohon, menjaga tanaman yang tumbuh, serta merawat kawasan tersebut sedikit demi sedikit.

Upaya yang dilakukan secara konsisten akhirnya membuahkan hasil. Lahan yang sebelumnya gersang perlahan berubah menjadi kawasan yang lebih hijau. Vegetasi kembali tumbuh dan lingkungan yang sempat rusak akibat aktivitas pertambangan mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

Bagi Duha, menghijaukan kawasan tersebut bukan sekadar kegiatan menanam pohon. Ia menjadikannya sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari sekaligus contoh bahwa pemulihan lingkungan membutuhkan kesabaran dan komitmen jangka panjang.

Perjuangan Duha kemudian berkembang menjadi sesuatu yang lebih luas. Selain merawat lingkungan, ia mulai mengembangkan kegiatan peternakan yang dapat menjadi sumber penghidupan. Upaya tersebut kemudian ikut menginspirasi warga di sekitar kawasan untuk melakukan kegiatan serupa.

Dengan begitu, pemulihan lahan tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Kisah Duha Juhaeri menjadi contoh bagaimana rehabilitasi lingkungan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan warga. Lahan yang sebelumnya dianggap tidak produktif perlahan dapat kembali memberikan manfaat ketika dirawat secara konsisten.

Apa yang dilakukan Duha juga menunjukkan bahwa menjaga lingkungan tidak selalu harus dimulai dari program besar. Perubahan dapat berawal dari satu orang yang terus menanam, merawat, dan mengajak orang lain untuk ikut menjaga alam.

Dari tanah tandus bekas tambang di kaki Gunung Tampomas, Duha membuktikan bahwa alam memiliki kemampuan untuk pulih—selama manusia bersedia memberikan waktu, perhatian, dan kesempatan bagi kehidupan untuk tumbuh kembali.

https://www.instagram.com/p/Dcqi0TOIKYj

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO