Berita

Mengatasi krisis air dan sanitasi | solusi kredit mikro untuk keberlanjutan

Ketimpangan akses terhadap air bersih dan sanitasi di Indonesia masih menjadi tantangan utama. Lebih dari 33,4 juta warga kekurangan air bersih, dan 99,7 juta belum memiliki fasilitas sanitasi yang memadai, meskipun perekonomian terus tumbuh dalam dua dekade terakhir.

Pemerintah, melalui Kementerian PUPR, melaporkan bahwa hingga akhir 2018, hanya 72% masyarakat yang memiliki akses ke layanan air minum dan sanitasi yang baik. Untuk mempercepat pencapaian target akses universal 100-0-100 (100% air bersih, 0% permukiman kumuh, 100% sanitasi layak), pemerintah menggandeng berbagai pihak, termasuk lembaga keuangan dan organisasi non-pemerintah.

Water Credit: Inovasi Kredit Mikro untuk Air dan Sanitasi

Salah satu inisiatif penting adalah skema Water Credit yang diperkenalkan oleh water.org dan didukung oleh Danone-AQUA. Program ini memungkinkan lembaga keuangan mikro menyediakan produk pinjaman khusus untuk meningkatkan layanan air bersih dan sanitasi. Skema ini bertujuan memberdayakan Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum (KPSPAM) agar dapat memperluas cakupan layanan mereka di daerah pedesaan.

Sejak diluncurkan pada 2014, Water Credit telah melibatkan 22 lembaga keuangan mikro dan memberikan manfaat bagi lebih dari 476.000 orang di berbagai wilayah. Pinjaman ini digunakan untuk proyek seperti pengeboran sumur air tanah dalam, pembangunan jaringan pipa distribusi, dan peningkatan infrastruktur sanitasi.

Kisah Sukses: Desa Juwangi, Boyolali

Desa Juwangi di Boyolali, Jawa Tengah, menjadi salah satu contoh keberhasilan program ini. Sebelum ada Water Credit, warga harus berjalan sejauh 5-20 km untuk mengambil air bersih, dan minimnya fasilitas sanitasi mengakibatkan tingginya kasus diare.

Pada 2017, KPSPAMS Jolotundo di desa ini menerima pinjaman Rp 50 juta dari Bank Boyolali. Dana tersebut digunakan untuk membangun sumur baru dan jaringan distribusi air, yang berhasil menyediakan 45 sambungan rumah (SR) baru dalam setahun. Kini, kebutuhan air warga terpenuhi, dan mayoritas rumah sudah memiliki fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK).

Kolaborasi Berkelanjutan untuk SDGs

Kerja sama water.org dan Danone-AQUA juga mencakup pendampingan kepada lembaga keuangan untuk menciptakan produk kredit air dan sanitasi. Kelompok SPAMS Pedesaan dilatih agar layak menerima pinjaman (bankable) dan mampu mengelola dana secara berkelanjutan.

Sejak 2016, program ini telah menjangkau 18 desa di Jawa Tengah dan Jawa Timur, melibatkan tiga lembaga keuangan yang mendukung 18 Kelompok SPAMS. Selain memenuhi target nasional, program ini juga mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya akses air bersih dan sanitasi untuk semua pada 2030.

Menuju Masa Depan yang Lebih Baik

Inovasi Water Credit menunjukkan bahwa solusi berbasis kredit mikro tidak hanya efektif dalam meningkatkan akses air dan sanitasi, tetapi juga mampu memberdayakan masyarakat pedesaan untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan. Dengan kolaborasi yang terus diperluas, inisiatif ini diharapkan dapat menciptakan dampak yang lebih besar dalam memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

sumber :

https://bem-fpp.umm.ac.id/id/berita/atasi-krisis-akses-air-dan-sanitasi-melalui-kredit-mikro-dari-lembaga-keuangan.html

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO