Pemkot Yogyakarta Gulirkan Program Emberisasi untuk Dorong Pemilahan Sampah Organik di Tingkat Warga

Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta terus mencari solusi inovatif dalam mengatasi persoalan sampah yang menjadi tantangan serius di wilayah perkotaan. Salah satu upaya terbaru adalah program emberisasi, yaitu penyediaan sarana ember bagi masyarakat untuk mendukung pemilahan sampah organik sejak dari rumah tangga.
Program ini resmi digulirkan oleh Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, dalam kegiatan yang berlangsung di Balai Kota Yogyakarta pada Rabu (tanggal acara). Hasto menjelaskan bahwa dengan adanya emberisasi, masyarakat akan lebih mudah melakukan pemilahan sampah, sehingga tidak seluruh sampah rumah tangga langsung menumpuk di depo atau tempat penampungan sementara.
“Emberisasi ke warga-warga ini dalam rangka warga itu diminta memilah dengan diberikan sarana ember,” ujar Hasto.
Tahap Awal Distribusi Ember
Sebagai tahap awal pelaksanaan, Pemkot Yogyakarta menyiapkan 2.200 unit ember yang akan didistribusikan kepada warga maupun petugas pengangkut sampah. Dari jumlah tersebut, 1.000 unit ember akan dibagikan melalui jalur Rukun Warga (RW) dengan alokasi dua ember untuk setiap RW. Sementara itu, 1.200 unit ember lainnya akan diperuntukkan bagi penggerobak sampah, masing-masing dua ember per gerobak agar mereka juga dapat memilah sampah organik dan anorganik.
Hasto menegaskan bahwa distribusi ember ini ditargetkan selesai pada akhir pekan, atau paling lambat Jumat. Dengan demikian, program pemilahan sampah organik bisa segera berjalan efektif di masyarakat.
Ember Bekas Cat yang Ramah Lingkungan
Salah satu hal menarik dari program ini adalah penggunaan ember bekas cat berkapasitas 25 kilogram. Ember-ember tersebut telah dicuci, dibersihkan, dan diberi stiker sebagai tanda. Pemanfaatan wadah bekas ini selain efisien dari segi biaya, juga menjadi bentuk nyata dari upaya daur ulang barang yang sudah tidak terpakai.
Namun, karena berbahan bekas, pengadaan ember ini tidak bisa menggunakan anggaran dari APBD. Oleh sebab itu, Pemkot Yogyakarta menggandeng berbagai pihak untuk mendukung keberlanjutan program.
“Embernya kuat, bagus karena bekas cat, tapi nggak bisa dibeli pakai APBD,” kata Hasto.
Dukungan CSR dan Partisipasi Masyarakat
Untuk memenuhi kebutuhan ember, Pemkot mengandalkan dukungan dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) serta partisipasi masyarakat. Beberapa pihak juga dengan sukarela membantu menyediakan ember tambahan. Bahkan, para lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) ikut menyumbangkan 500 unit ember untuk memperkuat program ini.
Hasto menekankan bahwa gerakan semacam ini tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah saja, melainkan perlu dukungan kolaboratif dari berbagai pihak, baik swasta maupun masyarakat.
Mendorong Pemilahan Sampah dari Hulu
Tujuan utama dari program emberisasi adalah memastikan pemilahan sampah dilakukan sejak dari hulu, yaitu rumah tangga. Dengan adanya ember khusus sampah organik, warga bisa langsung memisahkan sisa makanan dan limbah dapur dari sampah lain. Hal ini sekaligus akan memudahkan proses pengolahan lebih lanjut di tingkat depo atau Tempat Pembuangan Sementara (TPS).
Tak hanya warga, penggerobak sampah juga diwajibkan membawa dua ember besar saat bekerja. Dengan begitu, sampah yang sudah dipilah warga tidak bercampur kembali ketika dikumpulkan oleh penggerobak.
“Penggerobak pun harus jalan bawa dua ember besar. Artinya kalau warga itu ada sisa makanan tidak dicampur dengan yang lain. Kan warga juga repot kalau disuruh milah, ternyata di gerobak tidak dipilah,” tegas Hasto.
Harapan Jangka Panjang
Program emberisasi diharapkan menjadi langkah kecil namun penting dalam upaya besar mengurangi timbunan sampah di Kota Yogyakarta. Jika sampah organik dapat dipilah sejak awal, maka akan lebih mudah dimanfaatkan kembali, misalnya diolah menjadi kompos atau pupuk organik. Selain itu, volume sampah yang harus dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) juga akan berkurang signifikan.
Pemkot Yogyakarta optimistis, dengan dukungan semua pihak, emberisasi bisa menjadi budaya baru dalam pengelolaan sampah di perkotaan. Tidak hanya menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, tetapi juga membangun kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya pemilahan sampah dari rumah.
Sumber berita: Antara News
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




