Jawa Tengah Siap Jadi Pelopor Pengelolaan Sampah Nasional dengan Pembentukan Satgas

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pengelolaan Sampah , sebagai langkah strategis dalam mendukung target nasional Indonesia bebas sampah pada tahun 2029 . Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi , menegaskan bahwa Jateng tidak hanya ingin mengikuti arahan pemerintah pusat, tetapi ingin menjadi daerah terdepan dan contoh dalam pengelolaan sampah berkelanjutan .
Pernyataan tersebut disampaikan saat Rapat Koordinasi Pengendalian Operasi Kegiatan (POK) yang membahas realisasi kinerja APBD Provinsi Jateng untuk Tahun Anggaran 2025. Menurut Gubernur, Jateng harus menjadi daerah yang paling siap dan progresif , serta memiliki model pengelolaan sampah yang bisa ditiru daerah lain.
“Jawa Tengah tidak boleh biasa-biasa saja. Kita harus jadi yang terdepan. Kita punya kekuatan, punya model, dan saya ingin itu dikonsolidasikan lewat satgas. Jangan tunggu-tunggu lagi,” tegas mantan Kapolda Jateng ini.
Fungsi dan Target Satgas
Satgas yang akan dibentuk bukan hanya bersifat administratif, tetapi juga memiliki peran aktif di lapangan, antara lain:
- Memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pemilahan dan pengurangan sampah.
- Melakukan supervisi langsung ke lokasi-lokasi pengelolaan sampah.
- Mempercepat inovasi teknologi dan sosial dalam pengelolaan sampah.
- Menerapkan pendekatan dari hulu hingga hilir , mulai dari pembatasan produksi sampah, edukasi pemilahan, hingga pemanfaatan kembali dalam skema ekonomi sirkular .
Satgas ini juga menjadi bagian dari persiapan penyelenggaraan Rapat Koordinasi Pengelolaan Sampah di Kabupaten Banyumas pada Juni 2025 .
“Dalam sepekan ini, semua pihak harus bersiap membahas sampah secara serius. Ini tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Inovasi dan Capaian Jateng dalam Pengelolaan Sampah
Jateng telah memiliki sejumlah inovasi dalam pengelolaan sampah yang patut dicontoh, antara lain:
- TPST Jeruk Legi, Cilacap : Mengolah 150 ton sampah/hari menjadi Refuse Derived Fuel (RDF).
- TPST BLE, Banyumas : Menghasilkan RDF, paving block, dan maggot.
- TPA Putri Cempo, Solo : Beroperasi sebagai PLTSa dengan kapasitas 450 ton/hari dan menghasilkan listrik 5 MW/hari.
- TPST Regional Magelang (didukung AIIB): Kapasitas 200 ton/hari.
- TPA Rembang, Temanggung, dan Jepara : Masing-masing berkapasitas 100 ton/hari.
Selain itu, Pemprov Jateng juga memberikan apresiasi kepada Desa Mandiri Sampah , yaitu 48 desa pada 2023 dan 40 desa pada 2024 , sehingga total ada 88 desa mandiri sampah .
Menuju Indonesia Bebas Sampah 2029
Dengan pembentukan satgas ini, Jateng menunjukkan komitmen kuatnya untuk menjadi pelopor dalam agenda lingkungan hidup nasional. Langkah ini juga menjadi upaya nyata dalam mengakselerasi perubahan perilaku masyarakat menuju Indonesia bebas sampah pada 2029 .
Sebelumnya, Pemprov Jateng juga telah melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk menuntaskan masalah darurat sampah di wilayahnya.
Sumber: Antara News – Pemprov Jateng Segera Bentuk Satgas Pengelolaan Sampah
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




