Berita

KLH Identifikasi 17,27 Juta Ton Karbon Siap Diperdagangkan di Bawah Skema Verra

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengidentifikasi potensi 17,27 juta ton karbon dioksida ekuivalen (CO₂e) yang siap untuk diperdagangkan melalui skema perdagangan karbon internasional Verra. Potensi tersebut terdiri dari kredit karbon yang telah diverifikasi maupun yang sedang dalam proses penyiapan untuk dipasarkan.

“Saya mendeteksi cukup besar. Hari ini saja, Verra sebenarnya sudah melisting hampir 15 juta ton CO₂e, terutama dari teman-teman di HPH (Hak Pengusahaan Hutan). Ini sudah diverifikasi oleh Verra. Begitu MRA (Mutual Recognition Agreement) selesai, mereka tinggal mengeluarkan dokumennya,” ujar Hanif di Jakarta, Jumat (4/10), usai penandatanganan perjanjian kerja sama pengakuan bersama dengan Verra.

Selain 15 juta ton yang sudah diverifikasi, terdapat potensi tambahan sekitar 3 juta ton CO₂e yang siap dimasukkan ke dalam skema perdagangan karbon. Secara keseluruhan, total 17,27 juta ton CO₂e tersebut ditargetkan dapat mulai diperdagangkan pada pertengahan 2026.


Berbasis Solusi Alam

Hanif menjelaskan bahwa seluruh kredit karbon yang diidentifikasi berasal dari karbon hayati (nature-based solution), yaitu pengurangan emisi yang bersumber dari pengelolaan alam seperti hutan dan lahan.

“Semuanya menunggu nature based solution ini, yang sebagian besar dikoordinir oleh pasar Verra. Begitu Verra tanda tangan, maka akan mengalir,” jelasnya.

Verra merupakan salah satu lembaga internasional yang mengatur standar sertifikasi karbon global, dan skema ini menjadi langkah penting Indonesia dalam memperluas pasar perdagangan karbon ke tingkat internasional.


Indonesia Siap Pamerkan Pengurangan Emisi di COP30

Hanif juga menyampaikan bahwa Indonesia akan membawa capaian pengurangan emisi karbon ke Konferensi Perubahan Iklim PBB ke-30 (COP30) yang akan digelar di Belem, Brasil, pada November mendatang. Dalam forum internasional tersebut, Indonesia berencana memamerkan 50 juta ton CO₂e emisi yang telah berhasil dikurangi melalui berbagai program mitigasi perubahan iklim.

“Indonesia dapat memamerkan 50 juta ton CO₂e emisi yang berhasil dikurangi dan siap diperdagangkan dengan berbagai pihak,” ujarnya.


Potensi Karbon Vintage Indonesia

Selain potensi perdagangan karbon terbaru, Indonesia juga memiliki 530 juta ton karbon vintage — yaitu karbon yang telah dihitung sejak sebelum tahun 2020 dan belum dijual atau dikompensasi oleh negara maju maupun lembaga internasional.

“Kita punya 530 juta ton karbon vintage, karbon yang dihitung sejak 2014 ke bawah. Salah satunya telah dikontribusikan oleh Pemerintah Norwegia, dengan nilai Rp4 triliun untuk 20 juta ton saja. Jadi kita masih punya banyak,” ungkap Hanif.

Kredit karbon vintage ini menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk memperoleh pendanaan iklim melalui kerja sama bilateral maupun pasar karbon internasional.


Sumber: Antara News

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO