Sampah tak terangkut dua pekan, warga sagulung mulai buang sampah sembarangan

Tumpukan Dua Pekan di Sagulung Memicu Pembuangan Liar
Pelayanan angkutan sampah di Kota Batam mengalami krisis serius. Warga di Kelurahan Sungai Pelunggut, Kecamatan Sagulung, mengeluhkan penumpukan sampah yang telah berlangsung selama dua pekan, memicu keresahan, bau tidak sedap, dan tindakan pembuangan sampah sembarangan.
Kondisi penumpukan ini telah terjadi sejak pekan ketiga Oktober 2025 dan puncaknya terlihat di area permukiman seperti Kavling Bukit Kamboja, di mana sampah masih menumpuk hingga 5 November 2025 tanpa ada tanda-tanda pengangkutan.
Dampak dan Respon Warga
Penumpukan sampah yang berlarut-larut ini telah menimbulkan dampak serius di lingkungan warga:
- Gangguan Kesehatan Lingkungan: Bau tidak sedap yang menyengat akibat sampah membusuk mulai menyebar, menimbulkan kekhawatiran akan potensi masalah kesehatan.
- Pembuangan Sampah Liar: Karena tempat penampungan sementara (TPS) sudah penuh dan tidak diangkut, sebagian warga terpaksa membuang sampah di lokasi yang tidak semestinya, memperburuk masalah kebersihan kota.
Penyebab Utama Kelumpuhan Pengangkutan
Kelumpuhan layanan pengangkutan sampah ini disebabkan oleh masalah berantai, mulai dari kondisi armada hingga kapasitas penampungan akhir:
- Kendala Armada: Menurut petugas lapangan, mobilisasi pengangkutan tidak dapat dilakukan secara maksimal karena banyaknya armada pengangkut sampah yang rusak.
- Kapasitas TPS Penuh: Sampah dari Sungai Pelunggut dan kelurahan sekitarnya yang biasanya ditampung di Sei Binti kini sudah penuh dan tidak bisa lagi menerima tambahan sampah.
- TPA Tidak Menerima: Masalah inti berada di tingkat hulu, di mana sampah di Sei Binti tidak dapat dipindahkan karena Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Punggur belum menerima kiriman sampah.
“Di Sei Binti sudah penuh. Kami tidak bisa tambah sampah karena belum ada yang diangkut,” ungkap salah satu petugas lapangan, mengindikasikan kelumpuhan di seluruh rantai pengelolaan.
Desakan kepada Pemerintah Kota
Kondisi darurat sampah ini dilaporkan tidak hanya terjadi di Sagulung, tetapi merata di hampir seluruh wilayah Kota Batam. Masyarakat mendesak Pemerintah Kota Batam untuk:
- Bertindak Cepat: Segera mengambil langkah penanganan yang konkret dan cepat.
- Penyelesaian Serius: Menyelesaikan persoalan armada dan manajemen TPA yang telah berlarut-larut hingga mengganggu kenyamanan dan kebersihan warga Batam.
sumber:
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




