Berita

Dishut Kalsel Rawat 280 Hektare Hutan Rakyat untuk Dukung Target FOLU Net Sink 2030

Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan (Dishut Kalsel) melakukan pemeliharaan sekitar 280 hektare hutan rakyat melalui empat Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) sebagai upaya mendukung target pengendalian emisi sektor kehutanan dalam program FOLU Net Sink 2030.

Kepala Seksi Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) Dishut Kalsel Engkos Koswara mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan dengan dukungan pendanaan Program RBC2 FOLU Net Sink 2030 tahap kedua serta melibatkan enam Kelompok Tani Hutan (KTH) di sejumlah wilayah pengelolaan hutan.

“Pemeliharaan hutan rakyat seluas sekitar 280 hektare ini tersebar di wilayah kerja empat KPH di Kalimantan Selatan yang menjadi ujung tombak pengelolaan kawasan hutan di tingkat tapak,” ujar Engkos di Banjarbaru, Jumat.

Melalui peran KPH, pemerintah daerah tidak hanya mengelola kawasan hutan, tetapi juga melakukan pembinaan kepada kelompok tani hutan sekaligus memastikan kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) berjalan sesuai dengan rencana pengelolaan di masing-masing wilayah.

Engkos menjelaskan bahwa kegiatan pemeliharaan tanaman meliputi penyiangan dan pendangiran. Untuk saat ini, kegiatan penyiangan telah selesai dilaksanakan, sementara pendangiran masih berlangsung di beberapa kelompok tani hutan.

Selain pemeliharaan hutan rakyat, Dishut Kalsel juga telah menyelesaikan penanaman dan pemeliharaan vegetasi di kawasan kanan dan kiri jalan yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Penanaman tersebut dilakukan mulai dari Pal 17 Jalan Gubernur Syarkawi di Kabupaten Banjar menuju Kabupaten Barito Kuala, hingga ruas Margasari menuju Kandangan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dengan total panjang jalur penanaman sekitar 50 kilometer.

Tidak hanya itu, Dishut Kalsel juga melakukan penyulaman tanaman di wilayah Sungai Cuka, khususnya di beberapa titik sekitar bibir pantai yang terdampak pasang surut air laut.

“Pada kawasan tersebut, penyulaman akan menggunakan bibit tanaman bintaro untuk menggantikan tanaman yang rusak akibat terpaan ombak, sehingga fungsi perlindungan kawasan pesisir tetap terjaga,” jelas Engkos.

Ke depan, Dishut Kalsel juga telah menyiapkan sejumlah program lanjutan rehabilitasi hutan dan lahan. Program tersebut meliputi pembangunan hutan rakyat di Desa Pauh, Kabang, dan Hawang di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, pembangunan arboretum mangrove serta rehabilitasi mangrove di Pulau Laut, hingga pengembangan agroforestry di Desa Lano, Kabupaten Tabalong.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat upaya pelestarian hutan sekaligus meningkatkan peran masyarakat dalam pengelolaan hutan berkelanjutan di Kalimantan Selatan.

https://www.antaranews.com/berita/5473618/dishut-kalsel-rawat-280-ha-hutan-rakyat-perkuat-folu-net-sink-2030

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO