Tanam 1.000 Mangrove di Dumai, Polda Riau Perkuat Aksi Nyata Lindungi Pesisir dan Cegah Abrasi

Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Polda Riau bersama berbagai elemen masyarakat melakukan penanaman 1.000 pohon mangrove di kawasan pesisir Kota Dumai. Kegiatan bertema “Hijaukan Pesisir Dumai, Lindungi Mangrove” ini menjadi bagian dari upaya nyata menjaga ekosistem pesisir sekaligus mengurangi risiko abrasi dan dampak perubahan iklim.
Aksi penghijauan yang digelar di kawasan Pos Security Distrik Navigasi Kelas I Dumai, Kecamatan Medang Kampai, Jumat (5/6/2026), merupakan implementasi program Green Policing yang diinisiasi oleh Polda Riau. Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari komunitas lingkungan, akademisi, mahasiswa, pemerintah daerah, hingga masyarakat setempat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolda Riau, Herry Heryawan, Wali Kota Dumai Paisal, Kapolres Dumai Angga Herlambang, Ketua Umum Persatuan Hijau Riau (PeHR) Hengky Primana, akademisi Robertus Robet, serta sejumlah tokoh dan warga sekitar.
Kapolda Riau menegaskan bahwa peran kepolisian tidak hanya sebatas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga turut bertanggung jawab dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.
“Provinsi Riau, termasuk Kota Dumai, menghadapi berbagai tantangan lingkungan seperti kebakaran hutan dan lahan, abrasi pantai, banjir rob, hingga penurunan kualitas udara. Karena itu, Polri hadir melalui program Peduli Lingkungan sebagai bentuk komitmen menghadapi persoalan tersebut,” ujar Herry.
Menurutnya, setiap pohon yang ditanam memiliki manfaat besar bagi masa depan lingkungan dan masyarakat.
“Satu pohon yang ditanam hari ini merupakan benteng oksigen, penahan abrasi, sekaligus warisan berharga bagi generasi mendatang,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Dumai menilai pelestarian hutan mangrove menjadi bagian penting dari pembangunan berkelanjutan di daerah pesisir. Selain berfungsi menjaga keseimbangan ekosistem, mangrove juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat yang hidup di kawasan pantai.
Ia mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara Polda Riau, Polres Dumai, Persatuan Hijau Riau, serta berbagai pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
“Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kolaborasi lintas sektor mampu menghasilkan dampak positif bagi daerah dan masyarakat,” ujarnya.
Ketua PeHR Dumai, M. Ikhsan, menambahkan bahwa mangrove memiliki peran strategis sebagai benteng alami yang melindungi garis pantai dari abrasi, menjaga habitat berbagai biota laut, serta berkontribusi dalam mengurangi dampak perubahan iklim melalui penyerapan karbon.
Menurutnya, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia harus menjadi momentum untuk memperkuat aksi nyata, bukan sekadar seremonial tahunan.
“Kami berharap gerakan penanaman mangrove ini terus berlanjut dan semakin banyak melibatkan masyarakat, khususnya generasi muda, agar kesadaran terhadap pentingnya menjaga lingkungan semakin meningkat,” kata Ikhsan.
Setelah rangkaian sambutan, seluruh peserta melakukan penanaman mangrove secara simbolis di kawasan pesisir Medang Kampai. Keterlibatan mahasiswa dan komunitas lingkungan menjadi simbol kuat bahwa upaya pelestarian alam membutuhkan peran aktif generasi muda sebagai penerus pembangunan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, Polda Riau bersama Persatuan Hijau Riau berharap kawasan pesisir Dumai semakin terlindungi dari ancaman abrasi, ekosistem mangrove tetap lestari, serta manfaat ekologis dan ekonomi yang dihasilkan dapat dirasakan oleh masyarakat hingga generasi mendatang.
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




